daerah

Grup Marawis Meriahkan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Di Pesantren

Kamis, 1 Juni 2023 | 14:08 WIB
Pimpinan Pondok Pesantren Riyadlut Tauhid, Padakembang Kabupaten Tasikmalaya, Drs. KH Dede Saeful Anwar, M.Pd (Dede Farhan Kamil)

Sehingga, ujar dia, mereka ini tidak salah menentukan pilihan politiknya dalam rangka membangun bangsa khususnya Kabupaten Tasikmalaya ini lebih baik ke depan menuju "baldatun thoyyibatun warobbun ghafur". 

Poin kedua sambung KH Dede, adalah bagaimana melalui upacara hari lahir Pancasila ini, para santri memahami Pancasila untuk kemudian nilai-nilai nya diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka berbangsa dan bermasyarakat dan bernegara.

Baca Juga: Mantap! Gaji PNS Ke-13 Cair Bulan Juni 2023, Berikut Uraiannya Menurut PP Nomor 15 Tahun 2023

"Upacara peringatan hari lahir Pancasila penting dilaksanakan di lingkungan pesantren. Hal itu, merupakan upaya untuk memupuk ingatan para santri sebagai generasi bangsa, terhadap perjuangan luhur para pendiri bangsa (founding fathers), ulama, tokoh masyarakat, pemuda dan pejuang kemerdekaan serta elemen masyarakat lainnya dalam merumuskan dan menyusun Pancasila sebagai ideologi bangsa," tutur KH Dede. 

Karena, kata dia, ruh Pancasila tidak jauh berbeda dengan Piagam Madinah, dimana Rasulullah SAW membangun sebuah sistem ketatanegaraan di atas penduduk yang beragam agama dan suku.

"Kami di pesantren, juga memiliki tugas untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. yang terintegrasi dengan program-program pembangunan," ujar dia.

Baca Juga: Kalender Islam Juni 2023, Ini Jadwal Puasa Sunnah Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah Hingga Kapan Idul Adha 2023

Menurutnya, pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya, menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila. 

" Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan persaudaraan. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran. Kita harus menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur dan bermartabat di mata internasional," kata KH Dede.***

Halaman:

Tags

Terkini