Mediapriangan.com - Dampak longsor yang terjadi beberapa waktu lalu, menyebabkan tersumbatnya aliran saluran irigasi di wilayah Kecamatan Cihaurbeuti Ciamis.
Ada 43 titik dampak longsor yang menghambat saluran irigasi di 4 Desa yang bisa mengancam ratusan hektar sawah tidak bisa ditanami padi.
Beberapa titik dampak longsor ke saluran irigasi yaitu di wilayah Gintung 2 Blok Tanjung Asih, Desa Sukasetia, Depok Blok Picung Celeng dan Kampung Cibulakan Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis.
Baca Juga: Sambut Hari Batik Nasional 2022, PD Himpaudi Ciamis Kenalkan Batik Sejak Dini
Mayoritas warga di Desa Cijulang, Desa Sukasetia dan Desa Sukahaji memang petani dan peternak sebagai penghidupan mereka.
Hal tersebut menjadi pemicu warga melakukan gotong royong untuk bersihkan material longsoran, pada Kamis 29 September 2022.
Kadus Cicurug Didah Nuraidah menyebutkan, jika wilayah Desa Cijulang yang tidak memiliki mata air, untuk kebutuhan air pertanian bergantung saluran irigasi dari Depok.
Baca Juga: BIN Bidik Kalangan Pelajar, SMKN 1 Panjalu Ciamis Jadi Sasaran
"Yang terhambat dari aliran Depok ini adalah 3 Dusun, yaitu Dusun Cicurug, Cipurut, dan Cijulang," katanya.
Didah melanjutkan, "Bahkan sawah belum semua tergarap, karena menunggu air yang ada di Depok, " tambahnya.
Dirinya berharap Pemerintah pun ikut diperhatikan dengan pembangunan sarana dan prasarana.
Baca Juga: Gegerkan Warga Ciamis, Penemuan Mayat Tanpa Busana Mengapung di Sungai Talang Besi
"Semangat gotong royong warga sudah ada, tinggal bantuan dari Pemerintah, berupa padat karya, pembangunan TPT, dan yang lainnya," harapnya.
Ssmentara Ketua DPRD Ciamis, H. Nanang Permana yang meninjau ke lokasi, mengapresiasi semangat gotong royong warga Desa Cijulang dan Desa Sukasetia.