Baca Juga: Seorang Pria Transaksi Pakai Uang Baru, Ditolak Pegawai SPBU
Perlu diketahui, KH Muhammad Syabandi lahir di Cilenga pada tahun 1887 M dan wafat pada tahun 1947 M.
Hidup satu zaman dan satu era dengan pendiri organisasi Islam terbesar Nahdlatul Ulama (NU), yakni KH Hasyim Asy'ari dan KH. Wahab Hasbullah.
Sebelum mendirikan Pondok Pesantren Cilenga pada tahun 1917, mama sepuh, pernah ngaji di beberapa ulama besar nusantara, sebelum kemudian berangkat haji ke tanah suci.
Baca Juga: Data Pribadi Pelanggan IndiHome Diduga Bocor, Dibagikan Gratis di Situs Gelap
Di usianya yang masih 17 tahun, mama sepuh Cilenga pergi ke Mekkah dan berguru langsung ke Syekh Mahfuzh bin Abdullah At-Tarmasi, selama kurang lebih 13 tahun.***
Artikel Terkait
Wali Kota Tasikmalaya menghadiri kegiatan pembinaan pengembangan ekonomi pondok pesantren dan kewaspadaan menghindari penyebaran covid 19
DPRD Kota Tasikmalaya Memiliki Komitmen Mendorong Kemajuan Pondok Pesantren
Produk Pesantren Thariqul Jannah Laris Manis di Ajang MotoGP Mandalika
Airlangga: Pesantren Di Indonesia Berperan Besar Bangun Keuangan Syariah Global
Ranperda Pemberdayaan Pondok Pesantren Segera Disahkan DPRD Kota Tasikmalaya
Hari Lahir Pancasila 2022, PDIP Sentuh Santri Ponpes Darussalam Tasikmalaya
Bupati Herdiat Hadiri Acara Hajat Bumi di Pondok Pesantren Banyulana Ciamis