Sehingga, lanjut Dita, upaya peningkatan kesadaran masyarakat sangat diperlukan sebagai antisipasi dini supaya kasus stunting tidak semakin bertambah.
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umurnya.
Hal ini disebabkan karena kekurangan gizi sejak bayi dalam kandungan hingga pada masa awal setelah bayi lahir.
Namun kondisi penderita stunting baru tampak setelah bayi berusia 2 tahun.
Baca Juga: Inspirasi 40 Kalimat Untuk Menyampaikan Dorongan Semangat dan Ucapan Selamat HUT TNI Ke 77
Stunting dapat menyebabkan penderitanya mudah sakit, memiliki postur tubuh tidak maksimal saat dewasa nanti.
Selain itu, kemampuan kognitif berkurang, buruknya perkembangan kognitif, dan rendahnya produktivitas dan pendapatan.
Dengan kata lain, stunting akan memengaruhi kualitas sumber daya manusia di kemudian hari dan mengakibatkan kerugian ekonomi jangka panjang bagi Indonesia.
Baca Juga: Kronologi Kerusuhan Sepak Bola di Malang, Antara Suporter Brutal dan Dugaan Sporadis Aparat
Maka, sangat penting bagi kita untuk memiliki wawasan dan pengetahuan tentang faktor penyebab dan dampak yang bisa diakibatkan dari stunting ini.
"Wawasan dan pengetahuan tentang faktor penyebab dan dampak dari stunting ini sangat penting, agar cita-cita mencapai generasi emas di tahun 2045 dapat terwujud," papar Dita.
Selain memberikan edukasi terkait gizi dan sanitasi lingkungan, dilakukan juga pembagian sembako kepada warga yang hadir.
Baca Juga: Demonstrasi Udara di Langit Jakarta, Akan Meriahkan HUT Ke 77 TNI pada 5 Oktober 2022
"Sedikit membantu dan meringankan beban ekonomi yang makin hari makin sulit," ujar Ketua Tim PKM Unsil ini.
Artikel Terkait
Wali Kota Tasik Dorong STIA YPPT Priatim Menjadi Universitas
Rektor Unsil Tasikmalaya: Laut Merupakan Aset Ekonomi Terbesar Di Bumi
Program Pengabdian Masyarakat Unsil Angkat Kearifan Lokal di Kabupaten Ciamis
Jelang Tahun Akademik Kedua, Universitas Cipasung Sedot Antusiasme Masyarakat
Pengabdian Kepada Masyarakat Unper Tasikmalaya, Optimalisasi Lahan Pertanian Suboptimal di Pangandaran