Belum Juga Dilirik Pemerintah, Warga Bangun Ruang Kelas SDN Sinagar Secara Swadaya

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Selasa, 11 Oktober 2022 | 08:08 WIB
Proses belajar mengajar puluhan siswa dan guru SDN Sinagar berlangsung nyaman di bawah ruang kelas sederhana yang dibangun hasil swadaya warga (Dede Farhan Kamil)
Proses belajar mengajar puluhan siswa dan guru SDN Sinagar berlangsung nyaman di bawah ruang kelas sederhana yang dibangun hasil swadaya warga (Dede Farhan Kamil)

Mediapriangan.com - Belum juga dilirik pemerintah, warga Desa Sindangasih Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, berinisiatif membangun ruang kelas baru untuk keberlangsungan pendidikan para siswa SDN Sinagar

Sejak tahun 2018 lalu, dua ruang kelas SDN Sinagar ini, ambruk. Empat ruang kelas lainnya nyaris roboh. Sementara bantuan pemerintah tak kunjung datang.

Berangkat dari keprihatinan dan kekhawatiran terjadi bencana menimpa para siswa SDN Sinagar yang sedang belajar, secara swadaya, masyarakat  membangun ruang kelas sederhana.

Baca Juga: SDN Sindangrahayu Ambruk, Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Putar Otak Cari Sumber Bantuan

Dibuat dari bilah-bilah bambu dan kayu, beratapkan genteng merah, warga memasang terpal untuk dinding dan membiarkan lantai ruang kelas beralaskan tanah.

Meski cukup sederhana, namun aktifitas belajar dan mengajar siswa serta guru, nampak lebih nyaman dibanding belajar di bawah ancaman ruang kelas yang sudah ditopang dengan kayu dan sesekali bisa ambruk.

"Untuk saat ini belajar siswa kelas 1, 2 dan 5 sudah pindah ka bangunan sementara (saung bambu)," kata salah seorang guru SDN Sinagar, Dede Yulianti, Senin, 10 Oktober 2022.

Baca Juga: Tiga Bangunan Ruang Kelas dan Satu UKS SDN Sindangrahayu Kecamatan Jatiwaras Ambruk

Sedangkan, untuk kelas 3 menggunakan mushola, kelas 4 menggunakan panggung yang di pakai ketika ada acara di sekolah, dan kelas 6 masih bertahan menggunakan ruang kelas yang rentan ambruk.

Kepala Desa Sindangasih, Tedi Ruslan  mengatakan, pembangunan ruang kelas sederhana itu sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah desa dan seluruh orang tua siswa yang juga didukung oleh masyarakat setempat.

“Kini dalam proses belajar mengajar  berjalan nyaman. Sebelumnya terlihat tidak ada ketenangan dan ketentraman,” tuturnya.

SdnBaca Juga: Amoral, Oknum Guru SDN Ciamis Sebarkan Video Panas

Dia menyebutkan, saat turun hujan, sebagian orang tua murid ragu untuk memberangkatkan anak-anaknya ke sekolah jika harus belajar di ruang kelas yang kondisinya mengkhawatirkan. 

Bukan hanya orang tua murid, lanjut Tedi, para guru pun risau saat harus memaksakan melakukan proses belajar mengajar di ruang kelas saat hujan deras.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X