Kekerasan Rizky Billar Pada Lesti Kejora, Ternyata Berulang Kali. Pelaku KDRT Bisa Sembuh? Ini kata Psikolog

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 13 Oktober 2022 | 22:29 WIB
Setelah menjalani pemeriksaan terkait KDRT, polisi secara resmi mengeluarkan surat penahanan terhadap Rizky Billar hari ini, Kamis 13 Oktober 2022. (Tangkapan layar YouTube.com/KH Infoteinment)
Setelah menjalani pemeriksaan terkait KDRT, polisi secara resmi mengeluarkan surat penahanan terhadap Rizky Billar hari ini, Kamis 13 Oktober 2022. (Tangkapan layar YouTube.com/KH Infoteinment)

Berdasarkan Good Therapy, jenis kekerasan yang dilakukan dapat berupa kekerasan fisik, psikologis, dan seksual.

Baca Juga: Setelah 40 Tahun Berpisah, Rhoma Irama dan Elvy Sukaesih Bersama Kembali Dalam 'Cinta Dalam Khayalan'

KDRT juga meliputi tindakan manipulasi untuk menguasai, mengontrol, dan menyalahgunakan keuangan pasangan maupun anggota keluarga.

Tindakan KDRT dapat dilakukan oleh siapa pun. Kendati demikian, 90 persen pelakunya didominasi oleh pria dan mayoritas korbannya merupakan wanita.

Umumnya, perilaku kekerasan tersebut juga dilakukan berulang kali, hingga menyebabkan trauma fisik dan mental bagi korbannya.

Baca Juga: Daftar Tim Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champions 2022 2023, Ada Napoli dan Bayern Muenchen. Intip Lainnya

Lantas, apa yang mendorong seseorang melakukan KDRT? Mungkinkah pelaku KDRT bisa sembuh dari kebiasaan negatif tersebut? Simak penjelasan psikolog berikut.

Penyebab Munculnya Kebiasaan KDRT

Terdapat sejumlah faktor pemicu perilaku KDRT. Tindak kekerasan terhadap pasangan dan anggota keluarga sering kali muncul ketika seseorang merasa berkuasa atas korbannya.

Perasaan berkuasa tersebut timbul karena adanya status sosial, kekayaan, kekuatan fisik, kemampuan memanipulasi emosi, maupun bentuk kekuasaan lainnya.

Baca Juga: Di Momentum Maulid Nabi, Bupati Ciamis Ajak Gelorakan Kembali Gerakan Magrib Mengaji

Karena merasa lebih berkuasa, pelaku KDRT mengira dirinya berhak memperlakukan orang lain seperti yang mereka inginkan.

Bahkan, banyak pelaku kekerasan tidak menyadari bahwa tindakan mereka keliru dan merugikan orang lain.

Selain kekuasaan, tindakan KDRT juga dapat dipicu oleh adanya perasaan untuk melampiaskan stres akibat tekanan pekerjaan, ekonomi, maupun sosial.

Baca Juga: Hasil Matchday 4 Liga Champions 2022 2023. Saat Liverpool Bungkam Rangers, Mohamed Salah Cetak Hat-trick

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X