Pastikan Kematian Pelajar SMP Di Culamega, Polisi Lakukan Otopsi

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Kamis, 1 Desember 2022 | 17:15 WIB
Jenazah pelajar SMP di Culamega, diamankan di kamar mayat RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya sebelum dilakukan otopsi.  (Dede Farhan Kamil)
Jenazah pelajar SMP di Culamega, diamankan di kamar mayat RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya sebelum dilakukan otopsi. (Dede Farhan Kamil)

Mediapriangan.com - Kasus kematian seorang pelajar SMP kelas VII di Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kini ditangani Polres Tasikmalaya. Bahkan pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pelajar SMP berinisial PIA (13) ini ditemukan tewas di dalam rumah neneknya di Kampung Beor Desa Cipicung, Rabu 30 November 2022 sore. 

Kematian korban yang diduga akibat pembunuhan ini, diketahui pertama kali oleh neneknya, Ny Komah (80) sepulang dari sawah. 

Baca Juga: Resep dan Cara Membuat Cendol Ala Rumahan yang Super Gurih dan Menyegarkan

Kapolres Tasikmalaya AKBP Suhardi Hery Haryanto mengatakan, sesaat setelah mendapat laporan penemuan mayat, petugas langsung melakukan olah TKP. 

"Untuk memastikan penyebab kematian korban, kami akan melakukan otopsi direncanakan besok oleh dokter ahli forensik," kata Suhardi Hery Haryanto, Kamis, 1 Desember 2022. 

Dia menyebutkan, dari hasil olah TKP, memang pada tubuh korban ditemukan beberapa luka luar, tapi untuk lebih jelasnya, pihak kepolisian menunggu hasil otopsi.

Baca Juga: Simak Sinopsis Film Qorin yang Tayang 1 Desember 2022, Ini Dia Deretan Pemain Qorin yang Mirip Manusia

Dia menegaskan, dalam kejadian tersebut, petugas tidak menemukan ada barang di rumah atau barang yang menempel di tubuh korban seperti perhiasan, yang hilang.

“Sementara dari hasil olah TKP,  tidak ada barang yang hilang. Yang jelas anggota “ Satreskrim saat ini masih terus melakukan pendalaman," ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejam setelah PIA berangkat sekolah dengan berjalan kaki, pada sekitar pukul 07.00 Komah berangkat ke sawah menyusul suaminya yang telah terlebih dahulu berangkat. 

Baca Juga: Pansus III DPRD Jawa Barat Dorong Tingkatkan Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Pengemudi Ojek Online

Pada pukul 16.00, Komah dan suaminya tiba di rumah. Dan ketika hendak masuk rumah melalui pintu belakang, tidak seperti biasanya, pintu dalam keadaan tertutup.

Komah kemudian memanggil korban, namun tidak mendapat jawaban. Setelah memasuki ruang dapur, Komah kembali memanggil korban namun tetap tidak ada jawaban. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X