Di sisi lain, merek Lattini menghadirkan susu dari biji bunga matahari yang bebas alergen, cocok untuk konsumen dengan alergi kacang.
Tak hanya itu, inovasi juga menyentuh proses produksi. Koatji, merek yang digagas chef berbintang Michelin, memadukan oat dengan beras koji fermentasi untuk menciptakan rasa kompleks dan tekstur creamy yang unik.
Desain kemasan pun menjadi faktor penting. Konsumen masa kini tak hanya menilai rasa, tetapi juga estetika produk.
Kemasan menarik dapat memperkuat citra merek sekaligus meningkatkan daya tarik di pasar.
Bagi pelaku bisnis, tren ini menjadi momentum untuk bereksperimen. Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi susu nabati dari bahan lokal seperti kacang hijau, singkong, atau biji-bijian khas daerah.
Dengan inovasi rasa, kemasan yang memikat, dan narasi brand yang kuat, peluang sukses semakin terbuka lebar.***
Artikel Terkait
7 Kesalahan Finansial yang Sering Menjerat Kelas Menengah, dari Utang Konsumtif hingga Tekanan Gaya Hidup
Bedah Perbedaan Reksa Dana vs Saham, Dari Risiko Hingga Pilihan yang Paling Cocok untuk Investor Pemula
Tiga Prinsip Emas Benjamin Graham yang Bikin Investor Dunia Kaya Raya, Rahasia Buffett Ada di Sini!
Deposito Online Makin Digemari, Begini Keuntungan dan Risikonya yang Wajib Diketahui Sebelum Investasi
Jack’s Gelato Tawarkan Rasa Es Krim dari Lavender hingga Ikan Teri, Jadi Ikon Kuliner Cambridge Sejak 2017
BEI Incar 1.200 Emiten IPO pada 2029, Bidik Lonjakan Valuasi Perusahaan Tercatat hingga Rp20 Ribu Triliun
Liu Jingkang, Pendiri Insta360 yang Jadi Miliarder Rp44 Triliun Usai Cetak Rekor IPO Terbesar STAR Market 2025
Gen Z Mengubah Wajah Dunia Kerja, Studi Ungkap Karakter Unik dan Tantangan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi