Fenomena Gray Work Ganggu Produktivitas, 59 Persen Karyawan Akui Kerja Makin Sulit Meski Perusahaan Tambah Aplikasi

photo author
Didit Fauzi Hendrian, Media Priangan
- Jumat, 12 September 2025 | 10:31 WIB
Ilustrasi fenomena gray work yang mengintai industri jasa keuangan hingga asuransi.  (Freepik.com)
Ilustrasi fenomena gray work yang mengintai industri jasa keuangan hingga asuransi. (Freepik.com)

 

Mediapriangan.com - Industri jasa keuangan dan asuransi kini dihadapkan pada fenomena baru yang justru menghambat produktivitas karyawan.

Meskipun perusahaan semakin gencar menambah aplikasi kerja digital untuk meningkatkan efisiensi, hasilnya tak selalu positif.

Riset terbaru mengungkapkan munculnya fenomena yang disebut gray work, yaitu pekerjaan tambahan yang timbul akibat penggunaan aplikasi yang terlalu banyak dan tidak saling terhubung.

Baca Juga: 4 Cara Bikin Bisnis Tahan Gempuran Ekonomi Digital, Nithya Rajendran: Kuncinya Data dan Berani Bereksperimen

“Gray work bisa diartikan sebagai kerjaan tambahan yang muncul karena data terpisah-pisah dan aplikasi yang tidak terhubung," demikian laporan Entrepreneur yang dikutip Rabu, 3 September 2025.

Alih-alih mempercepat proses kerja, karyawan justru menghabiskan waktu untuk membuka banyak sistem, menyalin data manual, dan mencari informasi yang tercecer.

Kondisi ini berujung pada produktivitas yang menurun dan tugas yang tertunda.

Baca Juga: JP Morgan Ramal IHSG Menguat di Semester II 2025, Sektor Konsumer dan Properti Diprediksi Jadi Primadona

Hasil Quickbase Gray Work Report 2025 yang melibatkan 2.000 pekerja penuh waktu menunjukkan bahwa 80 persen perusahaan menambah investasi aplikasi produktivitas.

Namun, 59 persen karyawan mengaku pekerjaan terasa semakin sulit. Bahkan, 73 persen menilai banyaknya aplikasi manajemen proyek membuat informasi sulit dibagi, sementara 75 persen mengeluhkan data tidak terintegrasi di satu tempat.

Fenomena ini paling terasa di sektor jasa keuangan dan asuransi yang sangat bergantung pada data dan dokumen.

Baca Juga: Milenial Makin Melek Finansial, Krisis 2008 Jadi Pemicu Kesadaran Menabung dan Siapkan Dana Darurat

Ketika sistem tidak terhubung dengan baik, jumlah pekerjaan manual meningkat tajam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X