“Industri keuangan paling rentan karena sangat mengandalkan data. Kalau sistem tidak saling terhubung, pekerja harus melakukan banyak hal tambahan yang seharusnya bisa dihindari,” tulis Entrepreneur.
Laporan tersebut juga menyebut bahwa kecerdasan buatan (AI) berpotensi menjadi solusi untuk mengurangi gray work.
Sebanyak 72 persen responden memperkirakan anggaran AI akan meningkat tahun depan. Meski demikian, 89 persen pekerja tetap khawatir soal keamanan data, privasi, dan kepatuhan regulasi.
Para peneliti menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan sekadar memiliki alat digital canggih, tetapi bagaimana menyatukan data agar mudah diakses.
“Dengan begitu, perusahaan bisa mengurangi kerjaan tambahan yang tidak perlu, sehingga pekerja lebih fokus pada tugas yang memberi nilai tambah,” tutup laporan tersebut.***
Artikel Terkait
CEO Teknologi Dunia Ungkap Fakta Mengejutkan: Gelar Kuliah Tak Lagi Jadi Syarat Utama Sukses di Era AI
AI Kini Jadi Alat Wajib Pekerja Remote, Bantu Produktivitas, Atur Jadwal, dan Ringankan Beban Kerja
Deflasi Agustus 2025 Tembus 0,08 Persen, Inflasi Tahunan Masih Aman di Level 2,31 Persen
BPS Catat Surplus Neraca Perdagangan RI Rp362,8 Triliun hingga Juli 2025, AS Jadi Mitra Terbesar
Strategi Jitu Bangun Personal Branding di Media Sosial, Bukan Sekadar Pamer, tapi Kunci Tingkatkan Citra dan Bisnis
Strategi Bisnis 2025, Ketidakpastian Ekonomi Menuntut Transparansi dan Adaptasi Agar Perusahaan Tetap Bertahan