bisnis

Program Ganti Atap Rumah Wartawan Berlanjut, Jurnalis Bandung Kini Nikmati Kamar Lebih Sehat dan Adem

Jumat, 17 Juli 2026 | 21:41 WIB
Program Ganti Atap Rumah Wartawan menghadirkan hunian lebih sehat. Jurnalis Bandung kini menikmati kamar yang lebih adem dan nyaman. (Dok. Promedia)

 

BANDUNG, Mediapriangan.com - Program Ganti Atap Rumah Wartawan yang digagas Promedia Group bersama PT Sirkular Karya Indonesia (SKI) terus berlanjut. Kali ini, manfaat program dirasakan oleh jurnalis Bandung, Kiki Kurnia, wartawan sekaligus editor Koran Gala dan KoranGala.id.

Melalui program tersebut, atap kamar utama rumah Kiki yang sebelumnya menggunakan seng dan asbes diganti dengan atap Alduro. Perubahan ini diharapkan menghadirkan hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi insan pers dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kiki yang tinggal di Komplek Bumi Bhakti Abadi (BBA) A9, Cijeruk, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, mengaku tidak menyangka menjadi salah satu penerima manfaat Ganti Atap Rumah Wartawan.

Baca Juga: Promedia Group Kupas Strategi Konten Digital, Ungkap Cara Tingkatkan Engagement di Setiap Platform

Pengerjaan Selesai Lebih Cepat dari Target

Proses penggantian atap Alduro dipimpin oleh Junaeri dari Jakarta setelah rumah penerima terlebih dahulu melalui tahap verifikasi. Pengerjaan berlangsung selama dua hari, pada 13 hingga 14 Juli 2026.

Semula pekerjaan ditargetkan selesai dalam tiga hari. Namun berkat koordinasi tim dan kondisi cuaca yang mendukung, seluruh proses dapat dirampungkan lebih cepat.

Selain mengganti atap lama, tim juga memperbaiki plafon kamar utama sehingga ruangan menjadi lebih nyaman digunakan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur terpilih dalam program ini. Saya tidak menyangka sama sekali akan menjadi penerima manfaat. Selama menjadi jurnalis, saya ikut membantu mengusulkan dengan memberitakan kondisi rumah masyarakat yang membutuhkan bantuan. Tapi kali ini, saya sendiri yang mendapat perhatian. Alhamdulilah masih banyak yang peduli terhadap sesama insan pers,” ucap Kiki.

Baca Juga: Isu Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun untuk Kopdes Merah Putih Disorot DPR, Menkop Mengaku Tak Tahu

Atap Lama Menimbulkan Berbagai Kendala

Sebagai jurnalis Bandung, Kiki menceritakan bahwa selama bertahun-tahun kamar utamanya menggunakan atap asbes. Kondisi tersebut membuat suhu ruangan terasa panas saat siang hari dan menimbulkan kekhawatiran ketika hujan disertai angin kencang.

“Kalau hujan turun suaranya berisik, bahkan saya dan isteri terkadang merasa takut, apalagi hujan disertai angin kencang. Pasalnya atap asbes sempat terbang terbawa angin kencang, sehingga kamar utama kami basah kuyup (kebanjiran),” ungkap Kiki.

Halaman:

Tags

Terkini