Abu Zayd Al Balkhi, Pelopor Kesehatan Mental dari Abad ke-9 yang Sudah Bahas Depresi Jauh Sebelum Psikologi Modern

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 18:25 WIB
Pemikir Muslim, Abu Zayd Al-Balkhi yang menyelami pentingnya kesehatan mental sejak abad ke-9 Masehi.  (X.com/@midhfulhue)
Pemikir Muslim, Abu Zayd Al-Balkhi yang menyelami pentingnya kesehatan mental sejak abad ke-9 Masehi. (X.com/@midhfulhue)

 

Mediapriangan.com - Ketika dunia kini tengah serius menangani isu kesehatan mental, tak banyak yang mengetahui bahwa seorang cendekiawan Muslim dari abad ke-9 telah lebih dulu menyentuh ranah psikologi dan pentingnya keseimbangan antara tubuh dan jiwa. Dialah Abu Zayd Al Balkhi, seorang ilmuwan brilian yang pemikirannya jauh melampaui zamannya.

Lahir pada tahun 850 M di daerah Balkh, yang kini termasuk wilayah Afghanistan, Abu Zayd Al Balkhi tumbuh menjadi seorang ilmuwan serba bisa.

Abu Zayd Al Balkhi mendalami berbagai bidang ilmu seperti geografi, matematika, dan tentu saja, ilmu jiwa.

Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ingatkan Bahaya Gawai, Game Kekerasan dan Judi Online Ancam Anak Jadi Mager dan Emosional

Pendidikan formalnya dijalani di Irak, termasuk berguru pada filsuf besar Abu Yusuf al-Kindi, yang turut membentuk arah pemikiran dan keilmuan Al-Balkhi.

Salah satu karyanya yang paling dikenal adalah Masalih al-Abdan wa al-Anfus (Makanan untuk Tubuh dan Jiwa), sebuah buku yang menjelaskan pentingnya perawatan fisik dan mental secara seimbang.

Dalam buku ini, Al-Balkhi memperkenalkan gagasan tentang al-Tibb al-Ruhani (pengobatan jiwa) dan Tibb al-Qalb (pengobatan hati). Dua istilah yang kala itu terdengar sangat revolusioner.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Tak Bisa Klaim Layanan IGD dan Rawat Inap di RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya, Ini Alasannya

Menurutnya, tidak mungkin seseorang mencapai kesehatan yang sejati bila hanya fokus pada tubuh, namun melupakan jiwa.

Dalam analisisnya, gangguan emosional dapat diklasifikasikan menjadi empat kelompok besar: ketakutan dan kecemasan, amarah dan agresi, kesedihan dan depresi, serta obsesi.

Dengan keberaniannya, Al-Balkhi juga mengkritik para tabib di masanya yang hanya memusatkan perhatian pada pengobatan fisik.

Baca Juga: Selain Anak-anak dan Lansia, Perokok Berat Rentan Terinfeksi Virus HMPV, Ini Penjelasan Ketua Satgas Covid PB IDI

Ia menegaskan: "Karena manusia tersusun dari jiwa dan tubuh, maka kesehatan sejati tidak akan terwujud tanpa keduanya berjalan selaras."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X