Tak hanya pendekatannya yang rasional dan ilmiah, pemikiran Al-Balkhi juga sangat dipengaruhi oleh ajaran Islam.
Ia merujuk pada ayat Al-Qur’an seperti “Dalam hati mereka ada penyakit” (QS 2:10), dan juga hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebut bahwa hati adalah pusat dari kebaikan dan keburukan seseorang.
Warisan pemikiran Al-Balkhi menjadi bukti bahwa dunia Islam sudah mengenal pentingnya kesehatan mental sejak lebih dari seribu tahun lalu.
Gagasannya menunjukkan betapa Islam dan ilmu pengetahuan bisa berjalan beriringan dalam memahami kompleksitas manusia.
Di tengah meningkatnya kesadaran global akan pentingnya menjaga kesehatan jiwa, pemikiran Abu Zayd Al-Balkhi layak kembali dikaji dan diapresiasi.
Ia telah meninggalkan warisan keilmuan yang sangat relevan bahkan di zaman sekarang.***
Artikel Terkait
Kebiasaan Boros Bisa Ganggu Kesehatan Mental, Hindari Agar Tak Terjebak Masalah Serius
Dokter Cabul Viral di Medsos, Menkes Budi Gunadi Malah Soroti Jam Kerja Gila Peserta PPDS yang Picu Tekanan Mental!
Cerita Ryan Adriandhy Pernah Alami Gangguan Mental ADHD Semasa Sekolah, Sulit Fokus, Sering Ngobrol di Kelas
418 Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia, Kemenkes Desak Seleksi Kesehatan Diperketat Jelang Musim Haji Berikutnya
12,5 Juta Siswa Lintas Agama Dapat Cek Kesehatan Gratis, Program Prabowo Didukung Kementerian Agama
BPJS Kesehatan Tak Bisa Klaim Layanan IGD dan Rawat Inap di RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya, Ini Alasannya