Tak hanya pendekatannya yang rasional dan ilmiah, pemikiran Al-Balkhi juga sangat dipengaruhi oleh ajaran Islam.
Ia merujuk pada ayat Al-Qur’an seperti “Dalam hati mereka ada penyakit” (QS 2:10), dan juga hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebut bahwa hati adalah pusat dari kebaikan dan keburukan seseorang.
Warisan pemikiran Al-Balkhi menjadi bukti bahwa dunia Islam sudah mengenal pentingnya kesehatan mental sejak lebih dari seribu tahun lalu.
Gagasannya menunjukkan betapa Islam dan ilmu pengetahuan bisa berjalan beriringan dalam memahami kompleksitas manusia.
Di tengah meningkatnya kesadaran global akan pentingnya menjaga kesehatan jiwa, pemikiran Abu Zayd Al-Balkhi layak kembali dikaji dan diapresiasi.
Ia telah meninggalkan warisan keilmuan yang sangat relevan bahkan di zaman sekarang.***