5 Keutamaan Sholat Dhuha dan Tata Caranya, Salah Satunya adalah Dicukupkan Rezeki

photo author
Asep Budi Karyana, Media Priangan
- Selasa, 16 Agustus 2022 | 05:55 WIB
Keutamaan sholat dhuha sangat besar. Berdoa setelahnya memiliki fadilah utama, salah satunya mendapat kelapangan rezeki. (Unsplash/Visual Karsa)
Keutamaan sholat dhuha sangat besar. Berdoa setelahnya memiliki fadilah utama, salah satunya mendapat kelapangan rezeki. (Unsplash/Visual Karsa)

“Diriwayatkan dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, dari Nabi saw beliau bersabda: Ada sedekah (yang hendaknya dilakukan) atas seluruh tulang salah seorang dari kalian. Karena itu setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan dua rakaat sholat dhuha mencukupi semuanya itu.” (HR Muslim).

Baca Juga: Sambut Kemerdekaan Indonesia Ke-77, Warga Cilenga Hiasi Gang Bak Lorong Pesta Pernikahan

4. Sholat Dhuha sebagai Penghapus Dosa

Allah Swt akan mengampuni umat-Nya yang mengerjakan sholat dhuha. Hal itu sesuai dalam hadits Rasulullah dalam riwayat Tirmidzi, artinya “Siapapun yang melaksanakan sholat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR At-Tirmidzi)

5. Sholat Dhuha untuk Kecukupan Rezeki

Dalam hadis riwayat Turmudzi, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam, bersholat lah untuk-Ku empat rakaat pada permulaan siang (Sholat dhuha), niscaya akan Aku cukupi kebutuhannmu pada sore harinya.” (HR At-Tirmudzi)

Ketentuan Waktu Utama sholat Dhuha 

Waktu sholat Dhuha sebenarnya adalah mulai matahari terbit seukuran satu tombak sampai waktu zawal sebagaimana telah disebutkan. Namun ada waktu yang lebih utama yaitu ketika terik matahari telah terasa panas.

Dalam hadits yang diriwayatkan Muslim, artinya “Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam radliyallahu 'anh, sungguh ia pernah melihat segolongan orang melakukan sholat dhuha, lalu ia berkata: “Tidakkah kalian tahu, bahwa sholat dalam waktu ini lebih utama? Sungguh Rasulullah SAW bersabda: ‘Sholat kaum awwabin (sholat Dhuha) adalah saat kaki anak-anak unta merasakan panasnya bumi karena terik matahari.” (HR Muslim).

Tata Cara dan Niat Sholat Dhuha

Sholat dhuha sunnah dilakukan minimal dua rakaat salam, sedangkan batas maksimalnya adalah 12 rakaat. Adapun pelaksanaannya sebagai berikut:

1. Niat di dalam hati bersamaan takbîratul Ihram. Untuk memantapkan niat, sebelumnya bisa melafalkan niat sholat Dhuha berikut: 

Ushallii sunnatad dhuha rak'ataini lillahi ta'ala. Artinya: “Saya niat sholat sunnat Dhuha dua rakaat karena Allah ta'ala.”

2. Selanjutnya melakukan gerakan dan bacaan sholat sebagaimana gerakan sholat pada umumnya, setelah dua rakaat lalu salam.

Baca Juga: Kemerdekaan Indonesia , Betapapun Harus Terus Dimaknai

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X