Bolehkah Sekali Saja Kumenangis Rilis 17 Oktober 2024, Adaptasi Lagu 'Runtuh' Feby Putri, Sinopsisnya Siap Bikin Terharu!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 17 Oktober 2024 | 11:23 WIB
Bolehkah Sekali Saja Kumenangis rilis 17 Oktober 2024! Film ini diadaptasi dari lagu Runtuh oleh Feby Putri dan menyajikan sinopsis yang mengharukan.   (Instagram.com/@bolehkahsekalisajakumenangis)
Bolehkah Sekali Saja Kumenangis rilis 17 Oktober 2024! Film ini diadaptasi dari lagu Runtuh oleh Feby Putri dan menyajikan sinopsis yang mengharukan. (Instagram.com/@bolehkahsekalisajakumenangis)

 

 

Mediapriangan.com - Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis diangkat dari lirik emosional lagu "Runtuh" yang populer di Indonesia, dinyanyikan oleh Feby Putri.

Judul Bolehkah Sekali Saja Kumenangis ini sendiri terinspirasi dari salah satu penggalan lirik yang menggambarkan perasaan mendalam dalam lagu "Runtuh" tersebut.

Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis resmi tayang serentak di bioskop Indonesia mulai Kamis, 17 Oktober 2024, dan merupakan produksi Sinemaku Pictures, disutradarai oleh Reka Wijaya Kusuma.

Baca Juga: Sudah Siap Menonton Film Horor Tebusan Dosa? Simak Sinopsis dan Daftar Pemerannya Sebelum Rilis 17 Oktober 2024

Tak hanya itu, nama-nama besar seperti Prilly Latuconsina dan Pradikta Wicaksono dipercaya menjadi pemeran utama.

Selain bermain sebagai karakter utama, Prilly juga terlibat sebagai produser bersama Yahni Damayanti dan Umay Shahab, melanjutkan kesuksesan dari film sebelumnya, Temurun.

Ini adalah proyek produksi keempatnya yang semakin memperkokoh posisinya di dunia perfilman Indonesia.

Baca Juga: Film Pulau Hantu, Reboot Horor Psikologis dengan Sentuhan Isu Kesehatan Mental, Rilis Hari Ini, 10 Oktober 2024

Sinopsis Film:

Mengusung genre drama, film ini bercerita tentang Tari (Prilly Latuconsina), seorang wanita muda yang berjuang menyelamatkan ibunya dari kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh ayahnya.

Setelah kakaknya pergi, Tari terpaksa menghadapi trauma masa kecilnya sendirian. Meski terlihat ceria di luar, Tari menyimpan kesedihan mendalam dan menangis dalam kesendirian.

Di tengah tekanan hidupnya, Tari bergabung dengan sebuah komunitas Support Group, tempat di mana ia bisa berbagi cerita tanpa merasa dihakimi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X