Viral Curhat Petani Bojonegoro ke Bupati Soal Harga Gabah Anjlok, Ngaku Gagal Umroh dan Merugi Puluhan Juta

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 19 April 2025 | 05:29 WIB
Potret video viral petani asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang mengeluhkan harga gabahnya anjlok di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).  (TikTok.com/@manggarmahesa)
Potret video viral petani asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang mengeluhkan harga gabahnya anjlok di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). (TikTok.com/@manggarmahesa)

 

Mediapriangan.com - Sedang hangat diperbincangkan di media sosial (medsos) terkait keluhan seorang petani asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) yang tengah dirundung kecewa.

Hal itu bukan tanpa alasan, petani Bojonegoro tersebut membeberkan harga gabahnya anjlok saat memasuki masa panen raya.

Sang petani menyebut harga gabahnya hanya senilai Rp5.000, hal itu jauh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP).

Baca Juga: Disebut Setrum Pemain Sirkus yang Coba Kabur, Founder Oriental Circus Indonesia Bantah Keras dan Sebut Tak Masuk Akal

Tampak dalam video yang viral di medsos, seorang petani mengutarakan keluhan harga gabah yang anjlok ke Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.

"Gak Sido Umroh! (Tidak jadi umroh)," ujar sang petani sebagaimana dilansir dari akun @manggarmahesa yang kini viral ditonton lebih dari 100 ribu penonton di TikTok, dilihat pada Kamis, 17 April 2025.

"Sudah Pak, sebaiknya saya buat manual saja, daripada dikombinasikan harganya hanya 5 ribu rupiah," ujar sang petani.

Baca Juga: Terungkap Sosok Pendiri Taman Safari Indonesia, Diduga Sering Lakukan Kekerasan Ekstrem pada Pemain Oriental Circus

Petani asal Bojonegoro itu kemudian menyebut dirinya lebih baik makan sendiri hasil panennya ketimbang harus berjualan gabah kering dengan harga yang terbilang murah.

"Laku nggak laku, saya makan sendiri. Gimana ini, Bojonegoro ini, Pak Wahono gimana ini," tuturnya.

Petani itu kemudian mempertanyakan terkait ketersediaan cadangan pangan khususnya beras di gudang Badan Urusan Logistik (BULOG) wilayahnya.

Baca Juga: Korban Pelecehan Seksual Dokter Iril Capai Ratusan, Sasar Ibu Hamil Trimester 2 dan 3 dengan Modus Pemeriksaan Kandungan

"Apa gudang bulog sudah penuh? Kalau tidak dinaikkan (harganya) susah ini," keluhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X