Dedi Mulyadi Blak-blakan di Hari Buruh 2025: Sindir Kebijakan Lama dan Janjikan Terobosan Baru di Jawa Barat

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 2 Mei 2025 | 05:53 WIB
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi.  (Instagram.com/@dedimulyadi71)
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. (Instagram.com/@dedimulyadi71)

Mediapriangan.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi turut memperingati momentum Hari Buruh 2025 yang jatuh pada Kamis, 1 Mei 2025.

Melalui laman media sosial pribadinya, Dedi menyoroti para buruh di Tanah Air ada yang bekerja di sektor formal maupun informal.

"Buat para pekerja atau buruh di seluruh Indonesia, hari ini kita sama-sama merayakan peringatan Hari Buruh 2025," ujar Dedi sebagaimana dilansir dari Instagram @dedimulyadi71 yang diposting pada Kamis, 1 Mei 2025.

Baca Juga: Kabupaten Ciamis Raih Juara Umum Jambore Penyuluh Pertanian se-Jawa Barat 2025, Bukti Nyata Komitmen Swasembada Pangan

Terkhusus sektor informal, Dedi menyebut warga yang bekerja sebagai buruh itu ada yang menjadi asisten rumah tangga (ART) hingga petani.

"Tentunya, buruh bukan hanya orang yang bekerja di sektor industri formal, tetapi juga ada informal seperti ART, petani, tukang tembok," sebutnya.

Gubernur Jabar itu mengklaim, para pekerja yang memiliki majikan atau bos dapat dikategorikan sebagai buruh.

Baca Juga: Xiaomi TV A Pro Series 2026 Siap Meluncur 5 Mei 2025, Tawarkan Smart Living dan Visual Imersif ala Bioskop di Rumah!

Dedi menuturkan, para buruh itu perlu diperhatikan kesejahteraannya, seperti asuransi kesehatan hingga jaminan hari tua.

"Semua orang yang bekerja, memiliki majikan, itu namanya buruh, bisa hidup makmur, sejahtera hidupnya," tegas Dedi.

"Di antara rangkaian itu ada yang dibayar bulanan, mendapat asuransi hari tua, asuransi kesehatan, atau jamsostek, ada juga yang bayarnya harian, mingguan, dan tidak mendapat perlindungan," terangnya.

Baca Juga: Pernah Gagal Jadi Presiden, Prabowo Terharu Dapat Dukungan Buruh Saat Pidato di Monas pada Hari Buruh 2025

Terkait hal itu, Dedi berharap Pemerintah RI dapat 'Gercep' alias bergerak cepat untuk memberikan perhatian khusus bagi warga miskin yang bekerja sebagai buruh di Indonesia.

"Semoga fokus kita ke depan, negara juga cepat memberikan perhatian, bagi mereka yang bekerja sebagai buruh di sektor informal, yang tidak memiliki jaminan apapun untuk kehidupannya," tungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X