Dalam penjelasannya, Jared menegaskan bahwa manusia secara biologis lebih optimal belajar melalui interaksi manusia dan eksplorasi mendalam terhadap materi. Hal itu, menurutnya, lebih banyak dijumpai pada Milenial yang terbiasa membaca buku dan belajar dalam durasi panjang.
"Belajar dari layar telah mengubah mereka menjadi pembaca yang hanya membaca sekilas," terang Jared.
"Dan tanpa usaha yang sungguh-sungguh, bahkan pikiran yang cemerlang pun bisa menjadi tumpul," terangnya.
Ia menilai, Milenial pada masanya harus berjuang membuka buku pelajaran, mencatat, dan bahkan begadang demi memahami materi. Proses itu membentuk daya tahan kognitif yang kini mulai berkurang pada Gen Z akibat perubahan pola belajar.
"Masa lalu, anak-anak (Milenial) harus membuka buku dan begadang semalaman untuk lulus ujian," tutur Jared.
"Fakta menyedihkan yang harus dihadapi generasi kita adalah ini, anak-anak kita kurang mampu secara kognitif daripada kita pada usia mereka," tandasnya.***
Artikel Terkait
6 Cara Bikin Lipstik Tahan Lama Seharian, Cocok untuk Kamu yang Aktif Tanpa Harus Reapply Terus-Menerus!
Lebih Efektif Sabun atau Hand Sanitizer? Ini Jawaban Pakar Kesehatan untuk Lindungi Diri dari Kuman dan Bakteri
6 Rekomendasi Sunscreen Foundation untuk Kulit Terlindungi & Makeup Lebih Praktis, Nomor 4 Paling Laris!
Deodoran atau Body Mist? Kenali Perbedaan dan Pilih yang Tepat Sesuai Rutinitas Harianmu
Paylater Bantu Belanja Jadi Praktis, tapi Bisa Jadi Sumber Utang Jika Tak Dikelola Bijak – Simak Tips Aman
4 Bahan Alami untuk Cerahkan Bibir Gelap, dari Madu hingga Mentimun, Tips Perawatan Rumahan yang Mudah dan Hemat