Mediapriangan.com - Puncak ibadah haji tahun ini berlangsung pada 9 Zulhijjah, bertepatan dengan momen sakral wukuf di Padang Arafah, sebuah rukun haji yang sangat penting.
Namun, di saat jutaan jemaah laki-laki bergerak ke Arafah, ada pemandangan tak biasa yang muncul di Masjidil Haram, Mekkah.
Pada hari tersebut, kompleks suci itu justru dipenuhi oleh para wanita yang didominasi busana abaya hitam.
“Saat para jemaah haji berbondong-bondong ke Arafah, Masjidil Haram akan penuh dengan para wanita yang mayoritas mengenakan abaya berwaran hitam,” begitu salah satu kesaksian yang menggambarkan suasana unik tersebut.
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Sebagian besar pria tengah menjalankan ibadah haji atau bertugas membantu pelaksanaan ziarah di lokasi-lokasi suci.
Sementara itu, para wanita yang tidak menjalani rukun haji memilih untuk tetap memakmurkan Masjidil Haram dengan beribadah di sana.
“Pada hari itu, para wanita yang tidak melakukan ibadah haji pergi ke Masjidil Haram untuk memastikan tempat suci umat Islam itu tetap ramai dengan jemaah.”
Setiap tahun, situasi ini selalu terjadi saat wukuf di Arafah, menjadi simbol komitmen spiritual kaum wanita dalam menjaga kekhusyukan Masjidil Haram.
Kondisi ini pun menciptakan suasana yang sangat berbeda dari hari-hari biasa, karena dominasi kehadiran perempuan menjadi begitu nyata di area suci itu.