Mediapriangan.com – Bulan suci Ramadhan 2023 (1444 H) segera tiba. Bulan yang selalu dirindukan umat muslim di seluruh dunia.
Ramadhan merupakan bulan diwajibkan puasa selama sebulan penuh kepada umat muslim yang sudah masuk dalam kategori wajib berpuasa.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalm Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183. Artinya, “Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”
Baca Juga: Kalender Islam Maret 2023, Simak Perkiraan Jadwal Hari Pertama Puasa Ramadhan 1444 Hijriah
Karena puasa Ramadhan hukumnya wajib, maka bagi yang tidak melaksanakannya harus menggati di lain waktu (diluar Ramadhan) dengan qadha atau membayar fidyah.
Dalil mengenai wajib qadha dan membayar fidyah sebagai ganti puasa Ramadhan ini tertuang dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 184. Artinya:
"Barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain (di luar Ramadan). Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin."
Baca Juga: Puasa Sya’ban: Hikmah, Keutamaan dan Niat Puasa
Mengutip dari laman NU Online, terdapat beberapa ketentuan khusus mengenai qadha dan fidyah untuk mengganti puasa Ramadhan. Adalah sebagai berikut:
1. Orang-orang yang wajib hanya qadha puasa
Orang-orang yang hanya wajib qadha puasa Ramadan, diantaranya orang sakit dengan harapan sembuh, musafir atau orang yang bepergian dalam jarak jauh, orang yang batal puasanya, orang yang lupa berniat di malam hari Ramadan, perempuan yang mendapat haid dan nifas, dan orang yang tidak berpuasa tanpa uzur
2. Orang-orang yang wajib membayar fidyah saja
Orang – orang yang wajib membayar fidyah tanpa harus mengqadha puasanya adalah orang lansia renta yang lemah fisiknya, dan orang sakit yang tidak ada harapan sembuh.
Baca Juga: Sya’ban: Bulan untuk Memperbanyak Puasa, Seperti yang Dicontohkan Rasulullah SAW