khazanah

Memiliki Makna Mendalam, Ini 8 Puisi Terbaik Sapardi Djoko Damono, Penyair yang Menjadi Google Doodle Hari Ini

Senin, 20 Maret 2023 | 08:16 WIB
Google Doodle hari ini, Senin 20 Maret 2023 mengabadikan hari kelahiran Sapardi Djoko Damono, seorang penyair terkemuka sekaligus menginspirasi. (Tangkap layar laman pencarian Google)

Mediapriangan.com - Google Doodle hari ini, Senin, 20 Maret 2023 memilih sosok seorang lelaki dengan kacamata dan topi pet untuk menghiasi huruf O di logo Google. Ia adalah Sapardi Djoko Damono.

Penampilan kacamata dan topi pet khasnya itu, melekat pada sosok seorang bernama Sapardi Djoko Damono. Google Doodle hari ini, khusus merayakan hari kelahirannya 83 tahun lalu, 20 Maret 1940.

Lantas siapakah Sapardi Djoko Damono? Kenapa Google Doodle hari ini secara istimewa memilihnya? Sehingga ilustrasi sosoknya tampil di beranda dan laman pencarian Google, Senin, 20 Maret 2023.

Baca Juga: Peringatan Hari Perempuan Internasional 2023, Google Doodle Hari Ini 8 Maret 2023, Bertema Women Support Women

Bagaimana tidak, ia adalah sang pujangga kebanggaan Indonesia, hingga pantas saja Google mengabadikan hari kelahiran Sapardi Djoko Damono. Ia merupakan penyair terkemuka sekaligus menginspirasi.

Karya-karya tulisannya yang sederhana, namun mengandung makna yang dalam. Ia dikenal sebagai sastrawan. Berikut profil Sapardi Djoko Damono, yang telah Mediapriangan rangkum dari berbagai sumber.

Profil Sapardi Djoko Damono

Damono lahir pada 20 Maret 1940 di Solo, Jawa Tengah. Semasa kecilnya ia senang menghabiskan waktunya di perpustakaan. Membaca setiap buku yang ia dapatkan dan mulai menulis puisi saat di SMA Surakarta.

Baca Juga: Google Doodle Hadirkan Desain Kelinci Karya Seniman Yao Cheng, Cocok Untuk Kartu Ucapan Tahun Baru Imlek 2023

Lalu melanjukan kuliah di Universitas Gajah Mada dan mendapatkan gelar bahasa Inggris. Kemudian Sapardi Djoko Damono belajar sastra Indonesia di sekolah pascasarjana.

Sapardi Djoko Damono mulai menganggap puisi lebih serius saat bekerja sebagai penyiar radio dan asisten teater. Tahun 1969, Damono merilis kumpulan puisi pertamanya, dukaMu abadi.

Kumpulan puisi debut Sapardi Djoko Damono mencerminkan kondisi manusia. Itulah kemudian yang membuatnya diangkat sebagai guru besar sastra di Universitas Indonesia.

Tak hanya itu, ia lalu menerima Penghargaan Penulisan Puisi Asia Tenggara yang disponsori ASEAN pada tahun 1986. Setelah ia menulis tiga kumpulan puisi lain dengan gaya yang lugas dan introspektif.

Baca Juga: Donald Pandiangan, Atlet yang Dijuluki Robin Hood Indonesia Jadi Google Doodle Hari Ini

Halaman:

Tags

Terkini