khazanah

Inilah Sanad Keilmuan KH Muhammad Syabandi, Tersambung Kepada Rasulullah saw

Rabu, 24 Agustus 2022 | 14:11 WIB
Almagfurlah KH Muhammad Syabandi atau mama Cilenga, pendiri Pondok Pesantren Cilenga , Desa Selawangi , Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. (Dede Farhan Kamil)

Mediapriangan.com - Kedalaman ilmu agama yang dimiliki pendiri Pondok Pesantren Cilenga, KH Muhammad Syabandi atau mama Cilenga, sungguh istimewa.

Sejarah perjalanan panjang, mewarnai KH Muhammad Syabandi, dalam mencari ilmu agama Islam berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah.

Berawal dari Pesantren Cintawana Desa Cikunten Kecamatan Singaparna. selama beberapa tahun KH Muhammad Syabandi ini mendalami berbagai kitab klasik, di bawah bimbingan KH Muhammad Toha yang memiliki garis keturunan kepada waliyullah Syekh Abdul Muhyi Pamijahan.

Baca Juga: Ini 4 Benda Pusaka Milik Nyi Roro Kidul, Nomor 1 Digunakan Sunan Kalijaga Melawan Prabu Siliwangi

Berikutnya, mama Cilenga pun menempuh pendidikan pesantren atau mondok di Pesantren Cikalang Tasikmalaya.

Tak cukup di wilayah Tasikmalaya, beliau kemudian mendalami ilmu agama di Pesantren Keresek Kecamatan Cibatu Garut, yang berdiri sejak tahun 1887 M, bersamaan dengan tahun kelahirannya.

Tak banyak catatan sejarah yang menjelaskan berapa lama mama Cilenga ini, ngaji di masing-masing pesantren tersebut.

Baca Juga: Ini Dia, 9 Manfaat Buah Naga Untuk Memenuhi Gizi Harian

Namun menginjak usia 17 tahun, sekitar tahun 1904, mama Cilenga kecil berangkat ke Makkah Al Mukarramah untuk mematangkan keilmuannya kepada sejumlah syekh besar asal nusantara yang bermukim di tanah suci.

Salah satunya, beliau berguru langsung kepada Syekh Mahfudz at-Tarmasi. Imam Masjidil Harom Makkah Al Mukarramah sekaligus guru dari sejumlah ulama besar nusantara, di antaranya Syekh Hasyim As'ari, KH Wahab Hasbullah, KH Mas Mansur dan beberapa ulama Indonesia lainnya.

Selama hampir 13 tahun, mama Cilenga berguru kepada Syekh Mahfudz at-Tarmasi yang memiliki sanad keilmuan yang tersambung (muttasil) kepada baginda Rasul Muhammad saw.

Baca Juga: Beri Kemudahan Layanan Perbankan Untuk Tentara Indonesia, Kolaborasi antara bank bjb dan TNI Semakin Kuat

Syekh Mahfudz at-Tarmasi sendiri, lahir di Tremas, Pacitan, Jawa Timur pada hari Senin, 31 Agustus 1868.

Setelah sempat ngaji di Semarang di bawah asuhan KH Sholeh Darat, pada usia 6 tahun, Syekh Mahfudz at-Tarmasi mengaji kepada beberapa syekh besar di Makkah al-Mukarramah.

Halaman:

Tags

Terkini