Ketika dia masih muda, keluarganya pindah ke Pulau Penyengat. Ia belajar dengan ulama terkenal.
Baca Juga: Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke 58 Tahun 2022, Sejarah, Tema dan Logo
Gurunya yang berasal dari Kesultanan Riau-Lingga mengakui Raja Ali sebagai siswa yang berbakat.
Sebagai seorang remaja, Raja Ali menemani ayahnya dalam misi ke Jakarta, serta ziarah ke Mekah.
Baca Juga: Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke 58 Tahun 2022, Tema dan Link Download Logo dan Twibbon
Kala itu, keduanya adalah bangsawan Riau pertama yang mencapai prestasi ini.
Ketika berusia 32 tahun, Raja Ali menjadi bupati bersama Sultan muda dan akhirnya dipromosikan menjadi penasehat agama.
Dalam peran ini, ia mulai menulis tentang bahasa, budaya, dan sastra orang Melayu.
Karya-karyanya meliputi kamus Melayu, teks pendidikan tentang tugas raja, silsilah Melayu dan Bugis, antologi puisi dan banyak lagi.
Baca Juga: Tema Hari Kesehatan Nasional 2022, Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku, Simak Makna Logo HKN 2022
Pada tahun 2004, Raja Ali mendapat penghargaan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia atas kontribusinya pada bahasa, sastra, budaya Melayu, dan sejarah Indonesia.
Karyanya yang paling terkenal adalah Tuhfat al-Nafis, atau “Hadiah Berharga”, yang dianggap sebagai sumber tak ternilai tentang sejarah Semenanjung Melayu.
Sekarang diukir di batu nisannya untuk dibaca orang saat berkunjung.***