Mediapriangan.com - Pada momentum Hari Suez 2022, kita diingatkan kembali akan sejarah Terusan Suez. Terusan yang berada di Mesir tersebut dikenal juga sebagai Terusan Para Firaun.
Peringatan Hari Suez 2022 berbagai kisah yang menyertainya, mulai zaman Napoleon Bonaparte hingga sejak dibuka 17 November 1869. Namun ternyata, sejarah Terusan Suez lebih tua, yaitu sejak zaman Mesir Kuno, makanya disebut juga Terusan Para Firaun.
Pada momentum Hari Suez 2022 ini, mulai dari pertanyaan kenapa Terusan Suez disebut Terusan Para Firaun. Padahal Terusan Suez sendiri mulai beroperasi pada 17 November 1869.
Baca Juga: Peringatan Hari Suez 17 November, Ini Fakta Peran Terusan Suez Terhadap Sejarah Dunia
Terusan Suez adalah jalur air di permukaan laut yang membentang dari utara-selatan, menghubungkan Laut Mediterania dan Laut Merah yang melintasi Tanah Genting Suez di Mesir.
Terusan ini memisahkan benua Afrika dari Asia sekaligus menyediakan jalur laut terpendek antara Eropa dan daratan yang terletak di sekitar Samudra Hindia dan Pasifik Barat.
Berikut sejarah Terusan Suez sejak zaman Mesir Kuno, dikutip MediaPriangan dari berbagai sumber.
Terusan Suez: Terusan Para Firaun
Ternyata Terusan Suez yang populer pada modern, berawal dari peradaban Mesir Kuno.
Dalam catatan sejarah, Mesir adalah negara yang pertama kali melakukan penggalian di daratan dengan tujuan untuk membuat kanal sebagai jalur perdagangan dunia.
Terusan Suez modern yang dikenal saat ini adalah versi terbaru dari saluran air buatan manusia yang sejak dulu telah melintasi Mesir Kuno.
Firaun Senusret III di era Mesir Kuno sudah membangun kanal awal yang menghubungkan Laut Merah dan Sungai Nil. Pembangunan ini terjadi sekitar pada tahun 1887-1849 SM.