Kanal yang dibangn Firaun Senusret III pernah mengalami pendangkalan dan dibangun kembali sebagai jalur perdagangan oleh beberapa pemimpin Mesir Kuno.
Antara lain Sity I (1310 SM), Necho II (610 SM), Raja Persia Darius (522 SM), Polemy II (285 SM), Kaisar Trajan (117 M) dan Amro Ibn Elass (640 M) hingga memasuki zaman Islam.
Firaun Necho II dan Raja Persia Darius adalah orang yang pertama kali memulai pembangunan kanal antara cabang Pelusian dari Sungai Nil dan ujung utara Danau Bitter.
Pada awalnya pembangunan dimulai oleh Firaun Necho II dengan membuat saluran kanal menuju ke Laut Erythraian yakni Laut Merah dan Laut Mediterania.
Kanal tersebut diperluas ke dekat kota Ismailia. Setelah lama ditinggalkan dan terbengkalai, akhirnya kanal tersebut dibangun kembali oleh Penguasa Persia bernama Darius I tepatnya sekitar 522-486 SM.
Kanal dari hasil pembangunan Darius I menjadi cukup lebar dan besar. Oleh sebabnya dua kapal besar bisa saling berpapasan dan untuk melintasinya pun membutuhkan waktu minimal 4 hari.
Pembangunan kanal kemudian dilanjutkan lagi ke Laut Merah di masa kepemimpinan lain yakni oleh Ptolemeus II Philadelphus (285-246 SM) dan Trajan (98-117 M).
Selama Dinasti Ptolemeus dan banyak tokoh sejarah dari Mesir Kuno termasuk Cleopatra, dipercaya sudah melakukan perjalanan di atas kanal yang dibuat oleh para Firaun.
Baca Juga: Keunikan Karakter Dewa Dewi Mitologi Mesir Kuno, Dalam Film Gods of Egypt
Meskipun Terusan Suez di era ini menghubungkan Sungai Nil dan Mediterania dengan melewati gurun, namun inilah yang menjadi cikal bakal dari jalur Terusan Suez modern.***