Jelang Debat Capres Terakhir, Budiman Sudjatmiko Ungkap Rencana Solusi Prabowo-Gibran untuk Capai Indonesia Emas 2045

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 4 Februari 2024 | 11:07 WIB
Wakil Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo Gibran Budiman Sudjatmiko menyoroti pentingnya mencapai visi Indonesia Emas 2045, jelang Debat Capres, hari ini, Minggu, 4 Febriari 2024.   (TKN Prabowo Gibran)
Wakil Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo Gibran Budiman Sudjatmiko menyoroti pentingnya mencapai visi Indonesia Emas 2045, jelang Debat Capres, hari ini, Minggu, 4 Febriari 2024. (TKN Prabowo Gibran)

 

 

Mediapriangan.com - Menjelang Debat Capres terakhir malam ini, yang salah satu topiknya akan membahas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM), Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Gibran, Budiman Sudjatmiko, menyoroti pentingnya tidak melewatkan peluang mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Menurut Budiman Sudjatmiko, peluang tersebut dapat terwujud melalui pembangunan SDM dan sistem pendidikan yang tangguh. Ia mengungkapkan bahwa Prabowo Gibran telah menetapkan prioritas untuk mencapai SDM yang kuat menuju Indonesia Emas 2045, terutama dalam penyusunan program kerja.

"Target mencapai SDM yang kuat menuju Indonesia Emas 2045 adalah prioritas Prabowo ibran dalam menyusun program kerja, terutama di bidang pendidikan. Jendela kesempatan kita untuk membangun SDM hanya 8-10 tahun maksimal," kata Budiman Sudjatmiko di Jakarta, Minggu, 4 Febriari 2024.

Baca Juga: Prabowo Subianto Bersilaturahmi dengan 600 Pendeta PGPI, Ceritakan Asal Usul Nama Padepokan Garuda Yaksa

Budiman membeberkan sejumlah solusi yang akan diambil oleh Prabowo-Gibran, terbagi menjadi tiga bagian: Solusi Pra-Sekolah, solusi pendidikan dasar dan menengah, serta solusi pendidikan tinggi.

Dalam solusi pra-sekolah, Budiman menjelaskan bahwa Prabowo-Gibran akan melakukan investasi sejak anak Indonesia masih dalam kandungan.

"Pemberian bantuan vitamin dan gizi kepada Ibu Hamil menjadi pilihan. Kita harus memastikan anak-anak Indonesia memiliki potensi tumbuh kembang yang baik, stunting bisa diminimalisir. Baik secara fisik maupun nalar, (anak) harus tumbuh maksimal," tegas Budiman.

Baca Juga: Analisis Media Asing, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka Berpotensi Menang di Pilpres 2024

"Selain itu, kita juga harus membangun critical intelligence anak dari usia sebelum sekolah. Edugames harus dimulai dari usia PAUD. Anak-anak Indonesia harus dibiarkan bermain dan mulai mengembangkan nalar sebelum duduk di bangku pendidikan dasar," lanjutnya.

Di tingkat pendidikan dasar dan menengah, Budiman melihat perlunya perbaikan skema sistem pendidikan Indonesia, terutama dalam standar kompetensi nasional.

"Indonesia perlu membuat standar kompetensi nasional sesuai dengan konsep kecerdasan inti atau core intelligence. Ini akan mengurangi kebutuhan pelajaran wajib, sehingga siswa memiliki waktu luang untuk belajar hal lain di luar kecerdasan inti," jelasnya.

Baca Juga: Menhan Prabowo Subianto Serahkan Pesawat Super Hercules C 130J Ke TNI AU Disaksikan Presiden Jokowi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X