Membangun ibu kota politik di luar Jakarta
Seperti di awal pembangunan, IKN dirancang untuk membangun kota pemerintahan yang terpusat pada satu tempat.
“Kita ingin merancang sebuah ibu kota politik di luar Jakarta,” imbuh mantan Presiden yang kini menetap di Solo itu.
“Kalau di Amerika ada New York dan Washington DC, Australia ada Sydney ada Canberra, kenapa kita tidak merancang itu?” imbuhnya sambil memberikan contoh pemerintahan di Amerika dan Australia.
Optimis IKN tidak akan mangkrak
Meski dana pembangunan IKN dipotong, Jokowi tak melihat hal tersebut sebagai awal potensi mangkraknya pembangunan IKN.
Sebagai proyek jangka panjang, pembangunannya bisa dilakukan bertahun-tahun lamanya.
“Sekali lagi, IKN ini adalah proyek jangka panjang, bisa 10 tahun, bisa 15 tahun, bisa 20 tahun,” ungkapnya.
Jokowi lantas membandingkan momen pemindahan ibu kota ini dengan pindahan rumah.
“Ini ibu kota yang pindah, pindah rumah aja ruwetnya seperti itu apalagi ini mempersiapkan perpindahan ibu kota,” tandasnya.
“IKN ini sudah ada Undang-Undangnya, sudah disetujui oleh 93 persen fraksi yang ada di DPR, saya rasa semuanya sudah berjalan sesuai dengan tahapan-tahapan yang ada,” imbuh Jokowi.
Meski ada pemotongan anggaran, pembangunan IKN masih berjalan
Artikel Terkait
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Presiden Prabowo, Siapa yang Tak Mau Kerja untuk Rakyat Akan Saya Singkirkan!
UMKM Wajib Punya NIB untuk Beli Gas Elpiji 3 Kg, Begini Cara Daftarnya Sesuai Aturan Baru dari Bahlil Lahadalia
Penghematan Pengeluaran Rp306 Triliun, Prabowo Kurangi Perjalanan Dinas Pejabat dan Alihkan untuk Perbaikan Sekolah
MBG Jadi Prioritas Prabowo, Gibran: Rakyat Sudah Tagih Sejak Sebelum Pelantikan, Kini Harapannya Segera Merata
Deddy Corbuzier Jadi Stafsus Menhan RI! Dari Letkol Tituler hingga Masuk Kabinet Prabowo, Perjalanannya Bikin Penasaran
Baru Sebulan Menjabat, Dirjen Migas Mendadak Dicopot! Ada Apa di Balik Penggeledahan Kejagung Soal Dugaan Korupsi?