Jemaah Calon Haji Bisa Terpisah Rombongan karena Beda Syarikah, Gunakan Tanda Khusus demi Kemudahan Identifikasi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 14:26 WIB
PPIH minta jemaah calon haji gunakan tanda khusus agar tak tersesat atau terpisah saat layanan dibagi oleh delapan syarikah.   (Unsplash/iuz_official)
PPIH minta jemaah calon haji gunakan tanda khusus agar tak tersesat atau terpisah saat layanan dibagi oleh delapan syarikah. (Unsplash/iuz_official)

 

Mediapriangan.com - Kedatangan jemaah calon haji gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz (KAIA) Jeddah pada Sabtu, 17 Mei 2025, menghadirkan tantangan tersendiri.

Salah satunya adalah potensi terpisahnya jemaah dari rombongan atau keluarga karena perbedaan penanganan oleh syarikah.

Berbeda dari kedatangan melalui Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, jemaah yang tiba di Jeddah akan langsung diarahkan oleh syarikah masing-masing.

Baca Juga: Tangis Haru Iringi Keberangkatan 435 Jemaah Calon Haji Ciamis Kloter 19, Bupati Herdiat Sampaikan Pesan Menyentuh

Syarikah adalah perusahaan yang ditunjuk oleh Pemerintah Arab Saudi untuk memberikan layanan pendukung selama masa ibadah haji.

Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, menjelaskan bahwa sistem distribusi layanan berdasarkan syarikah bisa menyebabkan jemaah satu kloter atau bahkan satu keluarga ditempatkan terpisah.

“Kemungkinan jemaah tidak bersama keluarganya memang ada. Kami akan coba lobi agar bisa digabungkan, namun jika tidak memungkinkan, pemisahan ini bersifat sementara,” ujarnya pada Jumat malam, 16 Mei 2025.

Baca Juga: Bupati Herdiat Lepas 182 Jemaah Calon Haji Kloter 32, Ada yang Menanti 10 Tahun untuk Jadi Tamu Allah di Tanah Suci

Tahun ini, delapan syarikah telah ditunjuk untuk melayani jemaah Indonesia, yaitu: Al Bait Guests, Rakeen Mashariq, Sana Mashariq, Rehlat & Manafea, Al Rifadah, Rawaf Mina, MCDC, dan Rifad.

Masing-masing syarikah bertanggung jawab atas 11 ribu hingga 36 ribu jemaah calon haji.

Guna meminimalisasi kebingungan, petugas PPIH mengimbau agar setiap jemaah dilengkapi dengan tanda pengenal khusus.

Baca Juga: Jemaah Calon Haji Gelombang 2 Tiba di Jeddah, Petugas Imbau Ihram Dipakai dari Indonesia karena Tak Ada Waktu Berganti

“Kami minta PPIH Embarkasi memberikan tanda yang mudah dikenali, seperti warna khusus pada pakaian, lengan, atau koper. Ini sangat membantu proses identifikasi dan pemisahan koper berdasarkan syarikah,” jelas Basir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X