Meski tidak jelas kapan tepatnya tarik tambang masuk ke Nusantara, para ahli menduga permainan ini dibawa oleh Belanda pada masa kolonial.
"Tarik tambang awalnya bukan permainan di Indonesia. Ia digunakan sebagai cara menarik benda-benda berat seperti kayu, batu, dan pasir. Dari kegiatan inilah tarik tambang kemudian berkembang menjadi permainan rakyat," ungkap Hisna, dkk.
Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Paparkan Deretan Prestasi di HUT ke 80 RI
Lambat laun, aktivitas yang awalnya pekerjaan berat itu berubah menjadi ajang hiburan rakyat. Nilai sosial seperti kekompakan, strategi, dan kerja sama membuat tarik tambang selaras dengan budaya gotong royong masyarakat Indonesia.
Kini, permainan ini menjadi lomba wajib di setiap perayaan HUT RI. Dari desa hingga kota, tarik tambang menjadi simbol kebersamaan sekaligus pesta rakyat yang penuh keceriaan.
Dengan sejarah panjangnya, tarik tambang adalah bukti nyata bagaimana tradisi yang lahir di luar negeri dapat mengakar kuat di Indonesia. Dari China hingga Indonesia, permainan ini terus hidup sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.***
Artikel Terkait
Viral Paskibraka Papua Barat Daya Tetap Kibarkan Merah Putih di HUT RI ke-80 Meski Hampir Pingsan
Tangis Pasukan Drumband Pecah di Jambi, Penampilan HUT RI ke-80 Terganggu Musik Kencang ASN untuk Rayakan Ultah
Pendaki Gunung Bawakaraeng Tewas karena Hipotermia saat Peringatan HUT RI ke-80 di Gowa Sulsel
Basuki Hadimuljono Pimpin Upacara HUT RI ke-80 di IKN, Suasana Khidmat Penuh Nuansa Adat Nusantara
Relawan Bhakti BUMN 2025: IFG dan Holding Turun ke Maros, Bawa Program Sosial hingga Peringati HUT RI ke-80
IFG Group Warnai HUT RI ke-80 di Maros, Relawan Bhakti BUMN 2025 Hadirkan Semangat Gotong Royong untuk Negeri
Semarak Lomba HUT RI ke-80, Dari Maraton di Sumut, Festival Bogor, hingga Aksi Sosial Bhayangkari Lampung
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Paparkan Deretan Prestasi di HUT ke 80 RI
IFG Semarakkan HUT ke-80 RI Lewat Upacara dan Lomba Rakyat di Cibubur, Maros, hingga Cilincing
QRIS Kini Bisa Dipakai di Jepang, BI Sebut Jadi Kado HUT RI ke-80 dan Bukti Ekspansi Pembayaran Digital Global