Retret Gelombang II Libatkan Wakil Kepala Daerah Sejak Awal, Wamendagri Beberkan Alasan Skema Kini Berubah Total

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 23 Juni 2025 | 06:38 WIB
Momen retret kepala daerah selama satu minggu di Akmil Magelang 21-28 Februari 2025.  (Instagram/kemendagri)
Momen retret kepala daerah selama satu minggu di Akmil Magelang 21-28 Februari 2025. (Instagram/kemendagri)

Mediapriangan.com - Gelombang kedua dari retret kepala daerah resmi dimulai pada Minggu, 22 Juni 2025. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini digelar di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Berbeda dengan retret sebelumnya yang digelar pada Februari 2025 di Akmil Magelang, retret gelombang II kali ini menghadirkan kepala daerah dan wakilnya sejak hari pertama. Pada gelombang I, para wakil kepala daerah baru bergabung di penghujung acara.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menjelaskan bahwa perubahan skema ini dilakukan karena kini secara teknis jauh lebih memungkinkan.

Baca Juga: Retret Kepala Daerah Gelombang II Dimulai, Wamendagri Ungkap Kolaborasi Kini Lebih Mudah Karena Saling Kenal

“Ketika gelombang pertama sebetulnya, idealnya adalah gubernur-wakil, wali kota, bupati, dan wakilnya juga ikut sama-sama, tetapi tidak memungkinkan,” ungkap Bima dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu, 21 Juni 2025.

Ia menambahkan, keterbatasan pada retret pertama berkaitan dengan kapasitas tempat dan anggaran. Karena itulah, saat itu para wakil hanya dijadwalkan hadir pada hari terakhir.

“Dari segi tempat, biaya, dan lain-lain (tidak memungkinkan), karena itu didesain para wakil bergabung di hari terakhir,” katanya.

Baca Juga: Muhadjir dan Pratikno Datangi Jokowi di Solo, Ngaku Tak Janjian, Ini Bocoran Kondisi Kesehatan sang Mantan Presiden

Namun untuk gelombang II, kondisi berbeda. Menurut Bima, lokasi yang lebih fleksibel dan jumlah peserta yang tidak sebanyak sebelumnya membuat pelibatan wakil kepala daerah sejak awal bisa dilakukan.

“Sekarang karena memungkinkan, secara tempat, juga tidak terlalu banyak maka sekalian saja karena penting memastikan kepada wakil itu harmonis,” ujar Bima.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya kekompakan antara kepala daerah dan wakilnya dalam mengelola roda pemerintahan, apalagi menjelang akhir masa jabatan mereka.

Baca Juga: Kuota Haji 2026 Diumumkan 10 Juli, Kemenag Pastikan Catatan dari Kedubes Saudi Tak Pengaruhi Jumlah Jemaah RI

“Karena itu salah satu materi yang dikuatkan di sini adalah bagaimana kepala daerah dan wakilnya itu harus tetap seiring seirama sampai di ujung masa jabatan,” jelasnya.

“Maka mereka bersama-sama di gelombang kedua ini,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X