Mediapriangan.com - Kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Kota Solo tampak disambangi dua tokoh penting nasional pada Minggu pagi, 22 Juni 2025.
Mereka adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy. Kunjungan keduanya dilakukan di waktu berbeda, namun di hari yang sama.
Pratikno, yang datang bersama sang istri sekitar pukul 10.00 WIB, langsung masuk ke dalam rumah dan berada di sana selama kurang lebih satu setengah jam.
Usai pertemuan, ia memilih tidak memberikan komentar kepada awak media yang telah menunggu di luar dan langsung bergegas menuju mobilnya.
Sekitar satu jam setelahnya, giliran Muhadjir Effendy yang tiba di rumah pribadi Presiden Jokowi. Ia datang sekitar pukul 11.15 WIB dan juga menghabiskan waktu sekitar satu jam dalam pertemuan tertutup tersebut.
Kepada media, Muhadjir mengaku kunjungannya bermaksud untuk menyambung tali silaturahmi dengan Presiden Jokowi, sekaligus memberi ucapan ulang tahun yang ke-64, yang jatuh pada Sabtu, 21 Juni 2025.
“Kan silaturahmi, beliau (Jokowi) kan ambal warsa (ulang tahun),” ujar Muhadjir.
Sebagai sosok yang pernah menjabat sebagai Menko PMK selama dua periode di kabinet Jokowi, Muhadjir menyebut dirinya memiliki kedekatan khusus dengan mantan wali kota Solo itu.
“Ya namanya, saya kan pernah menjadi pembantu beliau (Jokowi) menteri dua periode. Jadi ya silaturahmi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Muhadjir turut menyampaikan kondisi terkini Presiden Jokowi yang menurutnya dalam keadaan sehat. Ia pun mengaku sempat mendoakan Jokowi saat menjalankan tugas sebagai Amirul Hajj di Makkah.
“Ya, alhamdulillah (sehat). Saya kebetulan kan barusan juga dari Makkah menjadi Amirul Haji,” kata Muhadjir.
Artikel Terkait
Dulu Ajudan Presiden Jokowi, Kini Panglima di Ibu Kota, Inilah Kiprah Militer Mayjen TNI Deddy Suryadi
Usulan Gibran Dimakzulkan Hebohkan Publik, Jokowi Angkat Bicara dan Sindir Sistem Pemilu Satu Paket!
Jokowi Tanggapi Isu Pemakzulan Gibran, Sebut Pemilu Satu Paket, Tak Bisa Asal dan Harus Ikuti Mekanisme Ketatanegaraan
Jokowi Ngaku Sudah Dapat Dukungan Jadi Ketum PSI, tapi Masih Belum Cukup untuk Maju di Pemira e-Voting
Tim Hukum Jokowi Tolak Pamer Ijazah, Singgung Risiko Chaos Nasional jika Tuduhan Tanpa Bukti Dibiarkan
Ramai Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat, Jokowi Tegaskan Langkah Tegas Bisa Ditempuh Jika Alam Terancam