Selat Hormuz Terancam Ditutup, Bahlil Siapkan Strategi Darurat Amankan Pasokan Minyak RI Bareng Pertamina

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 26 Juni 2025 | 07:39 WIB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (instagram.com/@bahlillahadalia)
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (instagram.com/@bahlillahadalia)

Mediapriangan.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Israel, kembali memicu kekhawatiran global, termasuk bagi Indonesia.

Salah satu sorotan utama adalah potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran, yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.

Pasalnya, sekitar 30 persen pasokan minyak global melintasi Selat Hormuz, sehingga gangguan pada jalur ini dikhawatirkan berdampak langsung terhadap ketersediaan energi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Cak Imin Siap Razia Pesantren Palsu, Janji Tindak Tegas Kasus Pencabulan dan Bongkar Pesantren 'Sesat' di Indonesia

Menanggapi situasi ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyiapkan langkah-langkah taktis.

Salah satunya, Bahlil akan segera menggelar rapat khusus dengan jajaran direksi PT Pertamina (Persero).

"Akan ada rapat dengan Pertamina untuk membahas berbagai langkah-langkah taktis dalam menghadapi dinamika global, khususnya kepada ketersediaan energi kita. Karena menyangkut dengan Selat Hormuz ini harus kita hitung baik," ujar Bahlil usai menghadiri Jakarta Geopolitical Forum (JGF) ke-9 di Jakarta, Rabu, 25 Juni 2025.

Baca Juga: PEPATAH MANIS di Ciamis Hadirkan Pasar Murah dan Job Fair, Buka Ribuan Lowongan dan Tekan Harga Pangan

Dalam pernyataannya, Bahlil menekankan bahwa sebagian impor minyak mentah Indonesia masih berasal dari wilayah Timur Tengah dan dikirim melalui Selat Hormuz.

Hal ini membuat Indonesia tak bisa mengabaikan risiko yang muncul akibat konflik di kawasan tersebut.

Meski demikian, Indonesia juga memiliki sumber pasokan alternatif. Beberapa di antaranya berasal dari Afrika dan Amerika Latin, di mana Pertamina diketahui memiliki sejumlah ladang minyak.

Baca Juga: Gibran Terancam Dimakzulkan? Ketua MPR Ahmad Muzani Akui Belum Terima Surat Resmi dari Forum Purnawirawan TNI

"Tapi kita itu sebenarnya, impor kita itu banyak, itu juga dari Afrika, Amerika Latin, karena beberapa sumur-sumur minyak Pertamina ada di sana," ungkap Bahlil.

"Kemudian beberapa timur tengah. Tapi nanti berapa pastinya, saya akan cek," tukasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X