Insiden Juliana Marins di Rinjani, Menhut Bakal Evaluasi SOP Pendakian: Akan Ada Gelang RFID dan Posko Lebih Rapat

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 30 Juni 2025 | 15:08 WIB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ungkap akan melakukan banyak evaluasi pada SOP pendakian gunung. (Instagram/rajaantoni)
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ungkap akan melakukan banyak evaluasi pada SOP pendakian gunung. (Instagram/rajaantoni)

Mediapriangan.com - Peristiwa jatuhnya pendaki asal Brasil, Juliana Marins, ke jurang Gunung Rinjani, mendorong pemerintah melakukan evaluasi besar terhadap sistem keamanan pendakian gunung di Indonesia.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan akan melakukan perbaikan menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk sistem pertolongan dan pencarian.

“Jadi dengan kejadian ini kami akan mengevaluasi secara total prosedur pengamanan, SOP,” ujar Raja Juli saat konferensi pers di kantor Basarnas, Jakarta Pusat, Senin, 30 Juni 2025.

Baca Juga: Naik Gunung Bukan Seperti ke Mal, Menteri Kehutanan Raja Juli Ingatkan Butuh Edukasi dan Persiapan Sebelum Mendaki

Salah satu fokus pembenahan adalah penempatan signboard atau papan peringatan di titik-titik rawan jalur pendakian.

Selain itu, posko-posko siaga akan dibangun dengan jarak yang lebih dekat agar dapat mempercepat respons dalam kondisi darurat.

“Secara umum akan kita evaluasi, ada yang mengatakan signboard mesti perlu disimpan di beberapa tempat, mesti ada posko-posko yang lebih dekat satu sama lain,” tambahnya.

Baca Juga: Dibantu Kedubes Brasil, Keluarga Juliana Marins Apresiasi Upaya Basarnas Evakuasi di Jurang Gunung Rinjani

Lebih lanjut, Raja Juli juga mengungkap rencana penerapan teknologi pelacak berbasis RFID untuk para pendaki.

Gelang khusus tersebut dinilai dapat membantu proses deteksi lokasi secara cepat bila terjadi keadaan darurat.

“Ada ide RFID atau tadi istilahnya ELT yang dipasangkan di gelang, sehingga secara cepat apabila ada kondisi darurat dengan lebih baik,” terangnya.

Baca Juga: Detik-detik Evakuasi Juliana Marins dari Jurang Rinjani, Jenazah Ditemukan di Kedalaman 600 Meter

Peningkatan kualitas pemandu pendakian juga menjadi perhatian. Pemerintah akan mengupayakan sistem sertifikasi yang lebih ketat agar pemandu memiliki kemampuan yang terstandar dan siap dalam kondisi darurat.

“Misalkan kalau belum pernah naik gunung A yang kedaruratannya lebih kecil, maka tidak boleh naik gunung B dan sebagainya,” jelas Raja Juli.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X