Dokter Tifa Bongkar Dugaan Aneh KKN dan Wisuda Jokowi, 'Mana Mungkin Mahasiswa Baru KKN Lalu Langsung Wisuda?

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 14 Juli 2025 | 09:05 WIB
Potret Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa, mempertanyakan waktu KKN dan wisuda Jokowi terkait dugaan ijazah palsu. (X/DokterTifa)
Potret Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa, mempertanyakan waktu KKN dan wisuda Jokowi terkait dugaan ijazah palsu. (X/DokterTifa)

Mediapriangan.com - Dugaan soal keabsahan ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan usai pernyataan terbaru dari Tifauzia Tyassuma, atau yang lebih dikenal sebagai dokter Tifa.

Dokter Tifa yang belakangan aktif menyoroti isu ini, memenuhi panggilan klarifikasi dari penyidik di Polda Metro Jaya pada Jumat, 11 Juli 2025.

Usai pemeriksaan yang berlangsung intensif, Dokter Tifa mengaku dicecar 68 pertanyaan terkait unggahannya di media sosial soal ijazah Jokowi.

Baca Juga: Didikan Rahasia di Rumah Ahmad Dhani dan Maia Terungkap, Dul Jaelani Kini Jadi Ikon Anak Negeri

Dalam keterangannya kepada awak media, Tifa menyinggung soal ketidaksesuaian antara waktu Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan jadwal wisuda Jokowi yang tercantum dalam dokumen.

“Kita semua tahu seperti inkonsistensi pada KKN, Bareskrim mengatakan KKN terjadi pada akhir 1983 ternyata yang bersangkutan mengatakan awal tahun 1985,” ujarnya.

Menurut Tifa, kejanggalan itu makin terasa saat dikaitkan dengan tanggal wisuda Jokowi yang disebut terjadi pada November 1985.

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Temui Keluarga Korban KMP Tunu Pratama Jaya, Serahkan Santunan dan Doa Haru di Ketapang

“Dokumen itu dinyatakan diperoleh pada akhir tahun 1985 di wisuda November, artinya inkonsisten, inkoheren dengan KKN 1985,” tegasnya.

Ia pun menilai tidak masuk akal jika mahasiswa baru melaksanakan KKN di awal tahun dan langsung diwisuda dalam tahun yang sama.

“Tidak mungkin mahasiswa UGM itu awal 1985 baru KKN, lalu November 1985 juga sudah wisuda,” lanjut Tifa.

Baca Juga: El Rumi Siap Lawan Jefri Nichol Lagi, Dapat Suntikan Semangat dari Syifa Hadju di Ring dan di Hati

Ketidakselarasan itu, menurutnya, menjadi dasar dilakukannya analisis lebih lanjut secara ilmiah. Ia menyebut perannya dalam isu ini adalah sebagai peneliti, bukan hanya pengamat.

“Saya berperan untuk melakukan itu (penelitian) dan kemudian penelitian saya ini juga tidak cuma terhadap perilaku yang terlihat pada video maupun media-media, tapi juga data sains,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X