Mentan Amran Sebut Beras Jepang Tembus Rp100 Ribu, Titiek Soeharto Ingatkan Soal Pendapatan Per Kapita

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 22 Agustus 2025 | 20:35 WIB
Mentan Amran dalam acara syukuran capaian cadangan beras nasional tembus 4 juta ton pada 31 Mei 2025. (Instagram/a.amran_sulaiman)
Mentan Amran dalam acara syukuran capaian cadangan beras nasional tembus 4 juta ton pada 31 Mei 2025. (Instagram/a.amran_sulaiman)

 

Mediapriangan.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali menyinggung isu harga beras dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Agustus 2025.

Dalam paparannya, Amran menyebut harga beras di Jepang jauh lebih mahal dibandingkan Indonesia. Ia menilai sedikit saja kenaikan harga di tanah air sudah menimbulkan reaksi keras dari masyarakat terhadap pemerintah.

“Sekarang ini baru naik saja sedikit, ribut, Jepang sudah sampai Rp100 ribu per kilo harga beras hari ini,” kata Amran.

Baca Juga: Prabowo Gelontorkan Rp1.376 Triliun untuk Bansos, MBG, hingga Subsidi Energi di Tahun 2026

Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat menjelaskan soal alokasi subsidi pangan yang mencapai Rp150 triliun.

Menurutnya, beras masih menjadi komoditas utama dalam struktur pangan nasional sehingga negara harus ikut campur menjaga kestabilannya.

“Anggaplah kita kasar membagi sesuai BPS saja 48 persen atau 40 persen saja artinya yang digunakan uang negara berbisnis, maaf itu kurang lebih Rp60 triliun.

Baca Juga: Fahri Hamzah Usul Subsidi Lahan Gantikan Subsidi Perumahan, Solusi Tekan Harga Rumah di Kota Besar

Kenapa kita intervensi ada HET, kemudian ada HPP, karena ini adalah vital, kalau ini bermasalah itu kita kesulitan,” jelas Amran.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut nantinya akan terus dievaluasi agar konsumen tetap bisa membeli dengan harga terjangkau, sementara petani juga mendapat kesejahteraan yang layak.

Namun, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menilai perbandingan harga beras dengan Jepang tidak bisa dijadikan tolok ukur. Ia menekankan perbedaan pendapatan per kapita kedua negara membuat situasinya tidak sebanding.

Baca Juga: Viral Foto Wamenaker Immanuel Ebenezer Terpasang Alat Medis Usai OTT, KPK Pastikan Kondisinya Sehat

“Nggak bisa dibandingkan dengan Jepang, income per kapita kita juga lain, Pak,” tegas Titiek.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X