Mediapriangan.com - Presiden RI Prabowo Subianto resmi melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih dengan mengganti sejumlah posisi strategis, salah satunya kursi Menteri Keuangan (Menkeu) yang sebelumnya diisi Sri Mulyani Indrawati.
Posisi tersebut kini dipercayakan kepada Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Keputusan ini menandai babak baru kepemimpinan di Kementerian Keuangan.
Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86P Tahun 2025, Purbaya ditunjuk sebagai Menkeu untuk periode 2024–2029. Naskah Keppres dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti, sebelum pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/9/2025).
Dalam sumpah jabatannya, Purbaya berjanji akan bekerja sepenuh hati demi bangsa dan negara.
“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucapnya.
Ia menambahkan tekad menjaga integritas dan etika dalam menjalankan amanah besar ini.
“Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” tuturnya.
Berikut lima fakta menarik perjalanan karier Purbaya Yudhi Sadewa yang membawanya ke kursi Menkeu:
Banting Stir dari Teknik Elektro ke Ekonomi
Awalnya menempuh studi Teknik Elektro di ITB, Purbaya kemudian memilih jalur ekonomi, meraih gelar Master of Science dan Doktor di bidang Ekonomi dari Purdue University, Amerika Serikat. Kombinasi ini menjadikannya teknokrat dengan perspektif lintas bidang.
Jejak Karier di Pasar Modal
Purbaya pernah menjadi Chief Economist di Danareksa Research Institute dan kemudian Direktur Utama Danareksa Securities. Pengalaman panjang di sektor finansial ini mengokohkan reputasinya di dunia ekonomi.
Karier Pemerintahan dan LPS
Ia sempat menjadi staf khusus di berbagai kementerian sejak 2010, Deputi Kemenko Kemaritiman dan Investasi (2018–2020), hingga Ketua Dewan Komisioner LPS (2020–2025). Pengalaman birokrasi inilah yang membawanya ke posisi Menkeu era Prabowo.
Artikel Terkait
Bahlil Lahadalia Janji Respons Terukur Tuntutan 17+8, Pastikan Pemerintah dan Parpol Tak Tinggal Diam
Kapuspen TNI Buka Suara Soal 17+8 Tuntutan Rakyat, Ada Desakan Kembali ke Barak hingga Revisi UU TNI
Usai Tunjangan Dipangkas, Anggota DPR Masih Terima Rp65,5 Juta Per Bulan, Ini Rinciannya!
Bulog Gencarkan Distribusi Beras SPHP ke Ritel Modern dan Pasar Rakyat, Target 1,5 Juta Ton Dikebut
Menteri PU Pastikan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Dikebut, Jadi Solusi Rob di Kawasan Industri Terboyo
Kemenhut Tumbangkan 360 Hektare Sawit Ilegal di TN Gunung Leuser, Begini Tahap Penertiban yang Dilakukan