Menkeu Purbaya Ultimatum BGN soal Penyerapan Anggaran MBG, Siap Tarik Dana dan Alihkan ke Bansos Lain

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 20 September 2025 | 10:31 WIB
Menkeu Purbaya (kiri) akan awasi penyerapan anggaran pelaksanaan MBG hingga ajak Kepala BGN (kanan) rutin laporan ke publik.  (Instagram/menkeuri - badangizinasional.ri)
Menkeu Purbaya (kiri) akan awasi penyerapan anggaran pelaksanaan MBG hingga ajak Kepala BGN (kanan) rutin laporan ke publik. (Instagram/menkeuri - badangizinasional.ri)

Mediapriangan.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali mengingatkan pentingnya penyerapan anggaran secara optimal, terutama pada program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam keterangannya di kantor Kemenkeu, Jumat, 19 September 2025, Purbaya menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi anggaran yang dibiarkan menganggur hingga akhir tahun.

“MBG treatment-nya sama, kalau memang kita bisa lihat dan kita coba bantu termasuk ngirim manajemen dan segala macam, biar kerja,” ujarnya.

Baca Juga: Bedah Gaya Menkeu Purbaya vs Sri Mulyani, Rezim Bapak vs Ibu, Rp200 Triliun Digelontorkan demi Ekonomi Bergerak

Ia memberikan tenggat waktu hingga akhir Oktober untuk melihat progres penyerapan anggaran MBG yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Jika realisasinya rendah, Purbaya memastikan dana yang tersisa akan dialihkan.

“Kalau di akhir Oktober kita bisa hitung dan kita antisipasi penyerapan hanya akan sekian ya kita ambil juga kita sebar ke tempat lain atau untuk mengurangi defisit atau untuk mengurangi utang,” terangnya.

Menurutnya, langkah ini perlu diambil agar tak ada dana yang dibiarkan mengendap. “Pada dasarnya tidak ada uang nganggur di departemen ataupun di kementerian yang di-earmark sampai akhir tahun,” tegasnya.

Baca Juga: Setuju Tambah Minyak Goreng 2 Liter di Bansos Pangan, Menkeu Purbaya Siap Sisir Anggaran Kementerian dan Lembaga

Restu Presiden dan Mekanisme ‘Stick and Carrot’

Program MBG sendiri merupakan salah satu agenda prioritas Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto. Purbaya mengungkapkan, rencana penarikan dana yang gagal diserap sudah mendapat persetujuan dari Presiden.

“Kalau uangnya nggak bisa diserap nggak setuju, dia (Prabowo) nggak setuju juga nggak bisa diserap, nggak merubah apa-apa, kan? Dia bilang, ‘Saya oke, boleh, bagus,’” ujar Purbaya.

Ia menekankan bahwa kebijakan ini menggunakan mekanisme stick and carrot: jika serapan cepat, dana akan ditambah; jika lambat, akan dipotong atau dialihkan.

Baca Juga: Masalah Pendanaan Kopdes Merah Putih Tuntas, Zulhas Puji Menkeu Purbaya, 6 Bulan Selesai dalam 30 Menit

“Kalau bisa lebih cepat, ditambah lagi uangnya. Tapi kalau hitungan kita tidak mungkin kelihatannya, maka kita mau lihat dan perbaiki. Kita bantu kalau bisa,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X