Kritikan dari Koalisi Masyarakat Sipil
Koalisi Masyarakat Sipil, yang terdiri dari IMPARSIAL, CENTRA INITIATIVE, Raksha Initiatives, HRWG, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), DEJURE, PBHI, Setara Institute, LBH Apik, dan WALHI, menilai gedung DPR adalah representasi rakyat, bukan simbol negara.
“Wajar apabila DPR RI menjadi objek kritik maupun aksi demonstrasi dari masyarakat ketika dianggap melakukan kekeliruan,” ujar Direktur Imparsial, Ardi Manto.
Ardi menilai kehadiran TNI justru memberi kesan intimidasi bagi publik dan menyarankan Menhan fokus pada pertahanan negara, bukan urusan keamanan sipil.
“Pelibatan TNI dalam pengamanan gedung DPR RI adalah bentuk penyimpangan dari fungsi dan tugas pokok TNI,” tegasnya.***
Artikel Terkait
Tak Ada Celah untuk Penjarahan, TNI-Polri Perketat Patroli Bersama hingga RT/RW Jaga Keamanan Warga
Kapuspen TNI Buka Suara Soal 17+8 Tuntutan Rakyat, Ada Desakan Kembali ke Barak hingga Revisi UU TNI
Ferry Irwandi Dituding Tindak Pidana oleh Dansat Siber TNI, Begini Respons Influencer Indonesia yang Jadi Sorotan!
Ferry Irwandi Tantang TNI soal Aksi Demo, Influencer Ini Tegaskan Ide Tak Bisa Dipenjara dan Siap Hadapi Dugaan
Menhan Sjafrie Pilih Tak Ikut Campur Kasus Dansat Siber TNI vs Ferry Irwandi, Serahkan ke Panglima
Komisi III DPR Ingatkan TNI Soal Laporan ke Ferry Irwandi: Supremasi Sipil dan HAM Harus Dihormati
Mahfud MD Angkat Suara Soal Kontroversi Ferry Irwandi vs Dansat Siber TNI, Sebut Lebih Baik Tak Diperpanjang
Ferry Irwandi dan TNI Resmi Berdamai, Akhiri Polemik Dugaan Pidana Usai Dialog dengan Brigjen Freddy Ardianzah