Alasan Menkeu Purbaya Kaget Tarif Cukai Rokok Tinggi, Pengamat Sebut Bagian dari Strategi Politik Ekonomi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 25 September 2025 | 21:47 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa kaget tarif cukai rokok 57 persen, pengamat nilai keterkejutan itu hanya gaya, efek kebijakan baru diuji Desember.    (Dok. Kemenkeu)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa kaget tarif cukai rokok 57 persen, pengamat nilai keterkejutan itu hanya gaya, efek kebijakan baru diuji Desember. (Dok. Kemenkeu)

 

Mediapriangan.com - Tarif cukai rokok yang kini mencapai rata-rata 57 persen kembali jadi sorotan publik. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bahkan mengaku terkejut saat mendengar besarnya tarif tersebut.

“Cukai rokok gimana? Sekarang berapa rata-rata? 57 persen wah tinggi amat, Firaun lu? Banyak banget,” ucap Purbaya saat berbicara kepada wartawan dalam kunjungannya ke kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada 19 September 2025.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini ternyata tidak semata-mata untuk meningkatkan penerimaan negara.

Baca Juga: Menkeu Purbaya dan Jalan Koboi Sumitronomics: Target Pertumbuhan 8 Persen di Tengah Gejolak Pasar Global

“Rupanya, kebijakan itu bukan hanya income saja di belakangnya. Ada policy memang untuk mengecilkan konsumsi rokok,” tambahnya.

Purbaya juga menyoroti dampak kebijakan ini terhadap industri rokok. Menurutnya, pembatasan konsumsi secara otomatis membuat industri ikut mengecil.

“Kalau gitu, nanti kita lihat, selama kita enggak bisa punya program yang bisa menyerap tenaga kerja yang nganggur, industri itu enggak boleh dibunuh,” tegasnya.

Baca Juga: Gangguan Coretax DJP Masih Jadi Sorotan, Menkeu Purbaya Janjikan Perbaikan Sistem Pajak Digital 1 Bulan

Pengamat: “Kaget Itu Gaya”

Keterkejutan Purbaya mendapat respons dari analis ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy. Dalam diskusi Hotroom pada 24 September 2025, ia menilai sikap Menkeu itu lebih sebagai gaya komunikasi.

“Katanya main statistik keuangan, kalau main statistik keuangan mestinya nggak terkejut dong, kan ngikutin terus berapa, harusnya sudah tahu dari dulu,” ucap Ichsanuddin.

“Jadi, keterkejutan itu bagian dari gaya,” tambahnya.

Baca Juga: Sempat Diragukan, Menkeu Purbaya Bela Data BPS, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,12 Persen Sah dan Valid

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X