Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Kurangi Subsidi Listrik, PLTS dan Energi Terbarukan Jadi Solusi Masa Depan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 21 September 2025 | 21:59 WIB
Menkeu Purbaya sebut pemerintah tengah siapkan PLTS untuk kurangi tarif subsidi listrik.  (Web.pln.co.id)
Menkeu Purbaya sebut pemerintah tengah siapkan PLTS untuk kurangi tarif subsidi listrik. (Web.pln.co.id)

Mediapriangan.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti subsidi listrik yang masih cukup tinggi. Realisasi subsidi listrik semester I/2025 mencapai Rp36,6 triliun dan diperkirakan sepanjang 2025 bisa menembus Rp89 triliun.

Purbaya menekankan pemerintah tengah menyiapkan strategi untuk mengurangi beban subsidi ini, salah satunya dengan mengembangkan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Waktu itu dibicarakan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), tapi kita lihat harganya masih agak terlalu tinggi,” ujar Purbaya saat keterangannya kepada awak media, Jumat, 19 September 2025.

Baca Juga: Viral ‘Stop Tot Tot Wuk Wuk’, TNI dan Korlantas Buka Suara, Istana Minta Pejabat Tak Gunakan Sirene Semena-mena

Menurut Menkeu, teknologi PLTS yang sedang dikembangkan ditargetkan bisa mendekati harga murah saat ini, sehingga nantinya subsidi listrik dapat ditekan bahkan dihilangkan tanpa menaikkan tarif listrik.

Energi Terbarukan Jadi Pilihan

Purbaya menjelaskan, pemanfaatan sumber energi terbarukan akan membantu menekan biaya produksi listrik. “Sedang dicari teknologi PLTS yang bagus, kemungkinan juga memakai sumber-sumber energi terbarukan yang lebih murah dibanding yang ada sekarang,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan efisiensi menjadi fokus utama agar teknologi ini benar-benar efektif.

Baca Juga: Gizem Ocal Tugrul Kapten Manisa BBSK, Bareng Megawati Hangestri Siap Bawa Tim Bersaing di Kadinlar 1 Ligi 2025-2026

Subsidi Berkurang Tidak Sama dengan Tarif Naik

Menkeu menegaskan bahwa pengurangan subsidi tidak otomatis membuat tarif listrik naik.

“Kalau subsidi berkurang bukan berarti naikin harganya, dicari sumber-sumber yang penghasil listrik yang pembiayaannya murah. Namanya usaha,” jelasnya.

Fokus Awal pada Investasi dan Anggaran

Purbaya menyebut perhitungan implementasi akan diserahkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sementara Kemenkeu akan fokus pada pembiayaan dan investasi awal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X