Proyek Pani EMAS Siap Produksi 2026, Berpotensi Jadi Tambang Emas Primer Terbesar di Asia Pasifik

photo author
Didit Fauzi Hendrian, Media Priangan
- Sabtu, 27 September 2025 | 14:53 WIB
Infrastruktur Proyek Pani EMAS di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.  (Dok. EMAS)
Infrastruktur Proyek Pani EMAS di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. (Dok. EMAS)

 

Mediapriangan.com - PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), emiten baru di Bursa Efek Indonesia, semakin mendekati masa produksi. Proyek unggulan mereka, Pani EMAS di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, digadang-gadang bakal menjadi tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik.

Sebagai informasi, EMAS merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang telah berpengalaman mengelola tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi dan tambang tembaga Wetar.

Kini, EMAS memegang kendali penuh atas Proyek Pani yang memiliki sumber daya sekitar 7 juta ons emas. Produksi komersial dijadwalkan dimulai pada kuartal I/2026.

Baca Juga: Akhir Pelarian Adrian Gunadi: Eks Bos Investree Ditangkap di Qatar, Pulang Pakai Rompi Oranye dan Jadi Tahanan OJK

Proyek Pani dirancang sebagai tambang berbiaya rendah dan berumur panjang. Target puncak produksi ditetapkan sebesar 500.000 ons per tahun.

Dalam prospektus yang dirilis, manajemen menegaskan bahwa total sumber daya emas yang dimiliki mencapai sekitar 7 juta ons, menjadikannya salah satu proyek paling prospektif di kawasan.

Liza Camelia, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai prospek EMAS sangat positif.
"Dan berpotensi menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik," katanya, Jumat (26/9/2025).

Baca Juga: Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia Terbongkar, FIFA Jatuhkan Sanksi Berat dan Ancaman Diskualifikasi Piala Asia

Liza menjelaskan, saat ini Proyek Pani menargetkan kapasitas produksi 145.000 oz per tahun dengan biaya tunai sekitar US$800/oz dan AISC US$990/oz. Saat ini kapasitasnya baru 115.000 oz per tahun dengan cash cost US$1.017/oz dan AISC US$1.337/oz.

Dengan asumsi tingkat utilisasi 90%, produksi bisa mencapai 130.000 oz per tahun, sehingga total produksi emas MDKA tahun depan diproyeksikan menembus 235.000 oz.

Pendapatan segmen emas pada 2026 diperkirakan mencapai US$533 juta, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya US$261 juta. Biaya tunai juga diprediksi turun menjadi US$950/oz, membuat margin keuntungan lebih menarik bagi investor.

Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia di Round 4, Kluivert Siapkan Strategi Rahasia Hadapi Arab Saudi dan Irak

"EMAS tetap terkonsolidasi, sehingga setelah beroperasi akan tetap memberi kontribusi signifikan ke pendapatan MDKA," jelas Liza.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X