Ning Lia Hadiri Mediapreneur Talks di Surabaya, Dorong Kolaborasi Jurnalis Lokal dan Pemerintah untuk Majukan Media

photo author
Didit Fauzi Hendrian, Media Priangan
- Sabtu, 27 September 2025 | 15:00 WIB
Anggota Komite III DPD RI, Ning Lia, berbicara dalam acara Mediapreneur Talks Promedia di Surabaya.  (Foto: Dok. Promedia)
Anggota Komite III DPD RI, Ning Lia, berbicara dalam acara Mediapreneur Talks Promedia di Surabaya. (Foto: Dok. Promedia)

Mediapriangan.com - Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, menghadiri acara Mediapreneur Talks 2025 yang digelar Promedia Teknologi Indonesia (PTI) di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, pada Kamis, 25 September 2025.

Acara ini dihadiri oleh jurnalis, content creator, hingga pengusaha media dengan tujuan memberikan wawasan tentang bisnis media informasi yang adaptif dan berkelanjutan.

Ning Lia menyambut baik inisiatif Promedia yang mengadakan forum diskusi tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi langkah penting untuk memperkuat ekosistem media di Indonesia.

Baca Juga: Proyek Pani EMAS Siap Produksi 2026, Berpotensi Jadi Tambang Emas Primer Terbesar di Asia Pasifik

“Kita melihat CEO Promedia membuat event seperti ini, berkolaborasi dengan beberapa pihak yang lain, membahas tentang mediapreneur, membahas tentang bagaimana membangun media di era sekarang menjadi lebih berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Ning Lia.

Ia menegaskan bahwa kunci utama membangun media berkualitas adalah kolaborasi. “Yang kita lihat di sini adalah sebuah kunci utamanya yaitu kolaborasi,” imbuhnya.

Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Industri Media

Selain mengapresiasi upaya Promedia, Ning Lia menyoroti pentingnya keterlibatan pemerintah untuk mendukung keberlanjutan media lokal.

Baca Juga: Akhir Pelarian Adrian Gunadi: Eks Bos Investree Ditangkap di Qatar, Pulang Pakai Rompi Oranye dan Jadi Tahanan OJK

“Yang saya garis bawahi, tentang bagaimana kita membangun sebuah keberlanjutan, maka kita juga bicara intervensi positif dari pemerintah,” sebutnya.

Salah satu masukan yang ia sampaikan adalah kebijakan pajak untuk jurnalis dan iklan media. Menurutnya, pph karyawan jurnalis serta ppn iklan sebaiknya dikurangi bahkan dihapus.

“Kalau kita lihat sekarang, ada beberapa masukan dari beberapa media, agar pph karyawan para jurnalis itu nol. kemudian ppn iklan juga nol,” kata Ning Lia.

Baca Juga: Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia Terbongkar, FIFA Jatuhkan Sanksi Berat dan Ancaman Diskualifikasi Piala Asia

Mendorong Peningkatan Kualitas Konten

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X