Prabowo Sentil Koruptor Lihai, Tegaskan Panggil Jaksa Agung hingga Klaim Selamatkan Rp300 Triliun untuk MBG

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 29 September 2025 | 13:39 WIB
Presiden Prabowo singgung soal pemberantasan korupsi saat Munas PKS, Senin, 29 September 2025. (Tangkapan layar YouTube PKSTV)
Presiden Prabowo singgung soal pemberantasan korupsi saat Munas PKS, Senin, 29 September 2025. (Tangkapan layar YouTube PKSTV)

Mediapriangan.com - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Senin, 29 September 2025, yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan ini, Prabowo tampil mengenakan pakaian safari cokelat dan menyampaikan pidato tegas tentang komitmennya memerangi korupsi.

Prabowo mengaku terkejut dengan tingkat korupsi yang ditemuinya setelah resmi memimpin pemerintahan.

Baca Juga: Mengenal PU 608, Kompas Baru Kementerian PU untuk Infrastruktur, Nol Kemiskinan, dan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

“Saat saya ambil alih pemerintahan, saya semakin kaget, saya tidak menduga parahnya korupsi tersebut. Tapi saya bertekad untuk menegakkan pemerintahan yang bersih,” ujarnya di hadapan peserta Munas PKS.

Ia menegaskan, hanya dengan pemerintahan bersih, Indonesia bisa bangkit dari berbagai krisis. Presiden bahkan menyebut bahwa kekayaan negara seharusnya cukup untuk kesejahteraan rakyat, namun justru terkuras akibat praktik korupsi.

“Kekayaan kita luar biasa, tapi kita harus akui kelemahan dari elite kita. Kelemahan dari mereka yang kita anggap pintar dan cemerlang, ternyata kalah pintar dengan koruptor, penipu, dan manipulator,” tegasnya.

Baca Juga: BCA Mobile dan myBCA Error di Senin Pagi, Nasabah Mengeluh Tak Bisa Transaksi, Bank Janjikan Sistem Berangsur Normal

Lebih lanjut, Prabowo berkomitmen untuk memanggil Jaksa Agung serta aparat penegak hukum lainnya guna memperkuat pemberantasan korupsi.

“Saya akan panggil Jaksa Agung dan semua penegak hukum, ternyata koruptor-koruptor itu luar biasa lihainya dan merugikan bangsa cukup parah,” imbuhnya.

Ia juga menyinggung praktik korupsi yang terlihat legal padahal merugikan negara, menyebutnya sebagai “pinter nyolong”.

Baca Juga: Kemenkes Perketat Awasi MBG, Wajibkan SLHS, Gerakkan Puskesmas, dan Pantau Dapur SPPG untuk Cegah Keracunan

Menurut Prabowo, korupsi merupakan bentuk perampokan sistemik yang terjadi akibat kelengahan elite selama bertahun-tahun.

Ia menyebut ada pihak yang tak senang dengan langkah tegasnya dan mencoba menciptakan kegaduhan melalui kasus kerusuhan demo Agustus 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X