Tragedi tersebut mengguncang publik nasional dan menjadikannya simbol keberanian kaum buruh, terutama aktivis buruh perempuan yang memperjuangkan hak di tengah represi.
Kini, lebih dari tiga dekade setelah kepergiannya, Marsinah akhirnya diakui negara sebagai Pahlawan Nasional, setara dengan tokoh-tokoh besar lain seperti Soeharto, Gus Dur, dan Sarwo Edhie Wibowo.
Upaya Panjang Pengakuan Resmi
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa proses pengajuan gelar Pahlawan Nasional untuk Marsinah telah diupayakan sejak lama.
“Sebetulnya kalau Marsinah itu dari 2022 sudah pernah diajukan, cuma kelengkapannya memang masih minim,” ujar Khofifah kepada awak media jelang upacara penganugerahan di Istana Negara, Jakarta.
Ia menjelaskan, dorongan agar Marsinah mendapat pengakuan datang dari berbagai serikat buruh di Indonesia, terutama saat peringatan Hari Buruh atau May Day.
“Ketika May Day itu, hampir serentak seluruh serikat buruh termasuk di Jawa Timur menyuarakan agar Marsinah diajukan sebagai pahlawan nasional,” terangnya.
“Dan ketika disampaikan ke Presiden Prabowo, beliau langsung merespons dengan positif,” imbuh Khofifah.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur kemudian membentuk tim khusus untuk menelusuri jejak perjuangan Marsinah.
“Kami ke makamnya, ke rumahnya, dan mencari data primer agar proses ini lengkap dan sahih. Ini hasil kerja bersama banyak pihak,” tutur Khofifah.
Makna Penghargaan untuk Generasi Penerus
Penganugerahan kepada Marsinah menandai babak penting dalam sejarah perjuangan buruh Indonesia, sekaligus menegaskan pengakuan negara terhadap peran aktivis buruh perempuan dalam membela hak-hak pekerja.
Artikel Terkait
15 Film Terbaik Tentang Pahlawan Nasional, Cocok untuk Mengenang Semangat Perjuangan di Hari Pahlawan 10 November
Mahfud MD Nilai Soeharto Penuhi Syarat Jadi Pahlawan Nasional, Sebut Semua Mantan Presiden Layak
80 Persen Publik Setuju Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Tapi Ada Alasan Kuat Mengapa Sebagian Menolak
Gus Dur Masuk Daftar Usulan Pahlawan Nasional, Cak Imin Tegaskan Peran Kuatnya dalam Demokrasi Indonesia