Mediapriangan.com - Ketua Perkumpulan Doktor Ilmu Kepolisian Indonesia (DIKPI), Kombes Pol Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., menyoroti pentingnya penerapan konsep self policing atau pengawasan diri dalam lingkungan keluarga. Menurutnya, kesadaran menjaga dan mengawasi diri sendiri perlu dibangun sejak dini sebagai bentuk perlindungan di sektor privat.
Dalam forum Jaringan Pemred Promedia (JPP) yang digelar Selasa malam, 11 November 2025, Dedy menegaskan bahwa ilmu kepolisian tidak hanya berlaku di ranah publik, tetapi juga penting diterapkan di keluarga sebagai bentuk pengamanan internal masyarakat.
“Self policing atau pengawasan diri merujuk pada praktik di mana individu atau kelompok memantau, mengatur perilaku mereka sendiri tanpa adanya penegakan dari pihak eksternal,” kata Dedy.
“Jadi secara sadar, sukarela mereka mengawasi dirinya sendiri, menjaga dirinya sendiri, mengamankan dirinya sendiri, menteraturkan dirinya sendiri daripada bahaya,” lanjutnya.
Baca Juga: Pemred INIKEBUMEN Jembatani Pertemuan DIKPI dan Promedia, Bahas Kolaborasi Publikasi Ilmu Kepolisian
Sektor Privat Butuh Kesadaran Pengawasan
Menurut Dedy, keluarga merupakan sektor privat yang tidak dapat dijangkau langsung oleh aparat kepolisian, sehingga kesadaran self policing menjadi sangat penting. Ia mencontohkan berbagai insiden di rumah tangga yang sering terjadi karena minimnya pengawasan dari orang tua.
“Misalnya banyak kasus di media kita lihat ee ibunya ke kantor, bapaknya ke kantor, pembantunya tinggal sama anaknya di rumah. Nah, pembantunya tinggal anaknya di pinggir kolam ikan, dia pergi matikan kompor misalnya, tahu-tahu anaknya cuma beberapa menit sudah meninggal,” ucapnya.
“Makanya kita lihat apa yang terjadi dan contoh-contoh lain banyak sekali di dalam masyarakat. Nah, apa yang terjadi di dalam sektor privat, di dalam keluarga? Itu kan harus diberikan dalam pelajaran,” sambungnya.
Ia menilai ketidaktahuan masyarakat terhadap konsep self policing di lingkungan keluarga dapat berakibat fatal, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap risiko di dalam rumah.
Usulan Dimasukkan ke Kurikulum Akademik
Lebih lanjut, Dedy mendorong agar konsep self policing mulai dimasukkan dalam sistem pendidikan dini agar generasi muda terbiasa memahami pentingnya keamanan diri dan lingkungan sejak awal.
“Kalau selama ini masyarakat dipaksa untuk cari tahu sendiri, belajar sendiri tanpa ada negara memberikan gambaran, masukan, ataupun penerangan, itu sebenarnya salah negara,” tutur Dedy.
Artikel Terkait
Kolaborasi Promedia dan FISIP UNTIRTA di CoreLab 2025, Wujudkan Generasi Kreatif Melek Konten Digital
Mediapreneur Talks 2025 Promedia Hadir di Banten, Kupas Tuntas Bisnis Media, Iklan Digital, dan Tantangan Jurnalis
Gubernur Ahmad Luthfi Terima Audiensi JPP Promedia, Bahas Sinergi Media dan Pemprov Jateng untuk Bangun Daerah
CoreLab Promedia 2025 Sambangi Kampus Unesa Surabaya, Bahas Dunia Content Creator dan Peluang Karier Digital
CoreLab 2025 Promedia Sambangi FISIPOL Unesa, Gen Z Diajari Skill Bikin Konten dan Literasi Digital Masa Kini
Bincang Hangat Mediapreneur Talks di Surabaya, CEO Promedia Ajak Para Jurnalis Optimis Bangun Industri Media
ID Card Jurnalis Dicabut, CEO Promedia Tegaskan, Jangan Rusak Citra Presiden Prabowo dengan Tindakan Berlebihan!
CoreLab Promedia 2025 di UNIKOM Bangun Sinergi Generasi Muda Menuju Ekosistem Media Digital Berkelanjutan
Mediapreneur Talks Promedia 2025 di Tasikmalaya Angkat Isu Jurnalisme Digital, Optimisme Bagi Pelaku Industri Media
Pemred INIKEBUMEN Jembatani Pertemuan DIKPI dan Promedia, Bahas Kolaborasi Publikasi Ilmu Kepolisian