“Kenapa negara enggak melakukan bimbingan kepada masyarakat atau kepada individu tentang bagaimana mengamankan dirinya sendiri?” imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab memberikan pemahaman dan pelatihan kepada masyarakat terkait pengawasan diri, terutama di lingkungan keluarga.
“Dari sejak dini dia sudah tahu bagaimana mengamankan dirinya, bagaimana mengamankan keluarganya, bagaimana mengamankan teman-temannya,” tegas Dedy.
“Akhirnya, dia punya rasa, punya perasaan bagaimana melindungi dirinya dan nanti dia akan timbul sensitif terhadap pelanggaran-pelanggaran,” tandasnya.
Melalui diskusi di forum Jaringan Pemred Promedia, Dedy berharap konsep self policing tidak hanya menjadi teori kepolisian, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari keluarga Indonesia demi membangun rasa aman dan tanggung jawab sosial sejak usia muda.
Artikel Terkait
Kolaborasi Promedia dan FISIP UNTIRTA di CoreLab 2025, Wujudkan Generasi Kreatif Melek Konten Digital
Mediapreneur Talks 2025 Promedia Hadir di Banten, Kupas Tuntas Bisnis Media, Iklan Digital, dan Tantangan Jurnalis
Gubernur Ahmad Luthfi Terima Audiensi JPP Promedia, Bahas Sinergi Media dan Pemprov Jateng untuk Bangun Daerah
CoreLab Promedia 2025 Sambangi Kampus Unesa Surabaya, Bahas Dunia Content Creator dan Peluang Karier Digital
CoreLab 2025 Promedia Sambangi FISIPOL Unesa, Gen Z Diajari Skill Bikin Konten dan Literasi Digital Masa Kini
Bincang Hangat Mediapreneur Talks di Surabaya, CEO Promedia Ajak Para Jurnalis Optimis Bangun Industri Media
ID Card Jurnalis Dicabut, CEO Promedia Tegaskan, Jangan Rusak Citra Presiden Prabowo dengan Tindakan Berlebihan!
CoreLab Promedia 2025 di UNIKOM Bangun Sinergi Generasi Muda Menuju Ekosistem Media Digital Berkelanjutan
Mediapreneur Talks Promedia 2025 di Tasikmalaya Angkat Isu Jurnalisme Digital, Optimisme Bagi Pelaku Industri Media
Pemred INIKEBUMEN Jembatani Pertemuan DIKPI dan Promedia, Bahas Kolaborasi Publikasi Ilmu Kepolisian