“Nah, menuju ke 40.000 sesuai proyeksi Menteri Koperasi di tahun 2026, itu masih berproses. Kalau bangunan udah jadi, itu ada tahapannya. Tahapannya tentu letak display, abis itu masuk barang. Jadi, tunggu tanggal mainnya,” sambungnya.
Komunikasi Berbasis Data untuk Menjelaskan Manfaat Program
Selain menjelaskan progres pembangunan, Muhammad Qodari juga memaparkan manfaat ekonomi yang diharapkan dari kehadiran Kopdes Merah Putih melalui pendekatan komunikasi berbasis data.
Ia mencontohkan harga sejumlah kebutuhan pokok yang dijual melalui koperasi memiliki selisih lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
“Harga LPG di pasaran saat ini sekitar Rp20.000 per tabung ukuran 3 kilogram, di koperasi Rp16.000. MinyaKita biasanya di pasaran Rp21.000, di koperasi Rp15.700,” ungkap Qodari pada 10 Juni 2026 lalu.
Baca Juga: Aturan Kopdes Merah Putih Rampung, Zulhas Targetkan 15.000 Koperasi Desa Beroperasi Bulan Ini
Mengacu pada data Kemendukbangga tahun 2025, terdapat sekitar 74 juta keluarga di Indonesia dengan rata-rata konsumsi empat tabung LPG 3 kilogram dan empat liter minyak goreng setiap bulan.
Dengan perhitungan tersebut, penghematan pembelian LPG diperkirakan mencapai sekitar Rp14,2 triliun per tahun. Sementara penghematan dari pembelian MinyaKita diproyeksikan mencapai sekitar Rp18,82 triliun per tahun.
“Maka dalam satu tahun sebenarnya masyarakat dapat menghemat sekitar Rp33 triliun. Bagi keluarga yang setiap hari menghitung pengeluaran dengan cermat, itu adalah penghematan yang berarti, dan angka itu bukan sekadar kalkulasi di atas kertas, bukan cuman omon-omon,” terang Kepala Bakom tersebut.
Potensi Serap Lebih dari 1,4 Juta Tenaga Kerja
Di samping manfaat ekonomi, Muhammad Qodari juga menyoroti potensi penyerapan tenaga kerja dari program KDKMP.
Menurutnya, selain merekrut manajer melalui seleksi nasional, setiap koperasi juga akan melibatkan tenaga kerja lokal yang berasal dari desa tempat koperasi beroperasi.
Target pembangunan sebanyak 80.000 unit Kopdes Merah Putih hingga 2029 diperkirakan mampu membuka lebih dari 1,4 juta lapangan pekerjaan.
Artikel Terkait
202 Pecatur Ramaikan Turnamen Catur Merah Putih di Depok, Perebutkan Piala Prof. Achmad Tjachja Nugraha
Presiden RI Pimpin Vicon Nasional, Bupati Cecep Tegaskan Komitmen Tasikmalaya Dukung Koperasi Desa Merah Putih
MUI Soroti Koperasi Merah Putih Syariah di Munas XI, Isyaratkan Kebutuhan Mendesak Koperasi Syariah
Asosiasi Koperasi Merah Putih Banyuwangi Dibentuk, Koperasi Desa Kelurahan Satukan Langkah Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Geger Isu Proyek 20.600 Unit Truk Kopdes Merah Putih Senilai Rp10,83 Triliun Muncul di Tengah Polemik Motor MBG
Wabup Tasikmalaya: Koperasi Merah Putih Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Desa