Asyiik! Pekan Depan THR 2023 untuk Pekerja Swasta Bakal Cair, Berikut Aturan dan Pelaksanaannya

photo author
Asep Budi Karyana, Media Priangan
- Jumat, 7 April 2023 | 15:24 WIB
Ilustrasi THR 2023 untuk pekerja/burus swasta yang bakal cair pekan depan. (Pixabay/nuril anwar)
Ilustrasi THR 2023 untuk pekerja/burus swasta yang bakal cair pekan depan. (Pixabay/nuril anwar)

Mediapriangan.com – Tunjangan Hari Raya (THR) 2023 untuk para pekerja swasta bakal cair pekan depan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pemberian THR keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh.

“THR keagamaan wajib dibayarkan secara penuh dan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan,” katanya, dikutip mediapriangan.com dari laman Sekretariat Kabinet RI, Jumat (7/04/2023).

Baca Juga: Pemerintah Jawa Barat Siapkan 6.500 Tiket Bus dan 5.954 Tiket Kereta Api Gratis

Dengan demikian, dapat dikatakan bawa THR 2023 untuk pekerja di perusahaan swasta bakal cair selambat-lambatnya 15 April 2023.

Pada 27 Maret 2023, Menaker telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/2/HK.04.00/III/2023 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2023 Bagi Pekerja/Buruh, atau pekerja di perusahaan swasta yang ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia.

Berikut isi SE yang mengatur THR 2023 bagi pekerja/buruh swasta:

1. THR Keagamaan diberikan kepada:

a. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus atau lebih.

Baca Juga: Ingat! 7 Hal yang Membatalkan Puasa selain Makan dan Minum

b. Pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

2. Besaran THR Keagamaan diberikan sebagai berikut:

a. Bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar 1 (satu) bulan upah.

b. Bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 (dua belas) bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan sebagai berikut, masa kerja (bulan) : 12 x 1 bulan upah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Asep Budi Karyana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X