Pada tanggal 31 Mei 1950, CPMD dan CPMS digabung menjadi satu dalam CPM, dan markas besarnya yang awalnya berada di Yogyakarta dipindahkan ke Jakarta.
Nama Markas Corps Polisi Militer kemudian diubah menjadi Markas Besar Polisi Militer.
Kemudian, pada tanggal 28 November 1950, ditetapkan pembentukan 7 Batalyon Polisi Militer di seluruh Indonesia, termasuk pembentukan Batalyon Rajasa, yang merupakan Satuan Khusus CPM yang dapat dikerahkan dengan cepat.
Kemudian, pada tanggal 6 Maret 1971, melalui Keputusan Menhankam Panglima ABRI Nomor: Kep/A/7/III/1971, terbentuklah organisasi Polisi Militer ABRI yang berdampak pada struktur organisasi Polisi Militer Angkatan Darat.
Pada tanggal 5 Februari 1972, melalui Keputusan Kepala Staf TNI AD Nomor: Kep/45/II/1972, ditetapkanlah organisasi Dinas Provoost Angkatan Darat.
Pada tanggal 4 Februari 1984, melalui Keputusan Panglima ABRI Nomor: Kep/04/P/II/1984 tentang Penyelenggaraan fungsi Kepolisian Militer di lingkungan ABRI dan Kepala Staf TNI AD Nomor: Kep/11/XII/1984 tanggal 17 Desember 1984 tentang pencabutan organisasi Dinas Provost TNI AD, organisasi tersebut berubah menjadi Pusat Polisi Militer.
Pada saat itu, Pusat Polisi Militer memiliki kewenangan dalam melaksanakan tugas dan fungsi terhadap ketiga Angkatan (AD, AL, AU) serta Polri, yang dikenal dengan sebutan Bina Tunggal.
Setelah terjadi reformasi dan pemisahan Polri dari organisasi TNI, Jenderal TNI Endriartono Sutarto mengeluarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1/III/2004 tanggal 26 Maret 2004 tentang Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Kepolisian Militer di lingkungan TNI.
Tugas dan fungsi kepolisian militer dilaksanakan di masing-masing korps, yaitu Polisi Militer TNI Angkatan Darat (POMAD), Polisi Militer TNI Angkatan Laut (POMAL), dan Polisi Militer TNI Angkatan Udara (POMAU).
Wewenang komando dan pengendalian operasional kepolisian militer berada pada Panglima TNI, dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Kepala Staf Angkatan masing- masing.
Pada 3 Mei 2015, untuk meningkatkan tata tertib dan penegakan hukum di lingkungan TNI, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko merombak struktur satuan Polisi Militer dari Staf Khusus POM TNI menjadi POM TNI.
POM TNI kini berada langsung di bawah komando Panglima TNI, dan tidak lagi dilimpahkan ke masing-masing korps.***
Artikel Terkait
Jelang Momentum Hari Dharma Samudera 2023, Panglima TNI Yudo Margono Gelar Pengkuhan KRI Teluk Wondama 527
Sejarah Hari Kavaleri Indonesia 2023, Peringatan HUT Ke 73 Pasukan Berlapis Baja TNI-AD Pada 9 Februari 2023
15 Ucapan Selamat Hari Kavaleri Indonesia 2023, Mari Merayakan Hari Lahirnya Pasukan Berlapis Baja TNI-AD
Peringatan HUT TNI AU 2023 pada 9 April 2023, Ini Tema dan Sejarah 77 Tahun Lahirnya Angkatan Udara Indonesia
25 Link Twibbon HUT Ke 77 TNI AU, Dengan Desain Terbaik Untuk Dibagikan di Media Sosial Hari Ini, 9 April 2023
30 Ucapan Selamat HUT Ke 77 TNI AU Tahun 2023, Harapan Wujudkan TNI AU yang Profesional, Modern dan Tangguh
40 Link Twibbon, Cara Mudah Menyampaikan Ucapan Selamat Memperingati HUT Ke 77 TNI AU 9 April 2023